Minggu, 26 April 2026

Akibat Jatuh dari Parasut Dandim Natuna Letkol Hendra Heryana Tewas

Malang menimpa Dandim 0318 Natuna. Nyawa Letkol (Inf) Hendra Heryana tak tertolong setelah mengalami insiden fatal saat bermain paramotor

Editor: Budi Prasetyo
Tribun Batam, Muhammad Ikhsan
Dandim Natuna Letkol (Inf) Hendra Heryana (kanan), saat menjabat Danyonif 134/TS, sedang memotret kegiatan pelatihan Wenma se-Kepri di markas bantuan Yonif 134/TS, pada 13 November 2012. Foto Tribun Batam/Zabur Anjasfianto 

Laporan Tribunnews Batam, M Ikhsan

TRIBUNNEWS.COM, NATUNA-  Malang menimpa Komandan Distrik Militer (Dandim) 0318 Natuna.  Nyawa Letkol (Inf) Hendra Heryana tak tertolong setelah mengalami insiden fatal saat bermain paramotor (parasut yang diterbangkan baling-baling) di Marunda,Jakarta, Selasa (29/4/2014) siang.

 Menurut informasi, tali parasut yang digunakan Hendra untuk melakukan manuver dengan paramotor di udara terlilit ke tubuhnya akibat angin yang tidak stabil. Sehingga saat di ketinggian 40 meter parasut tidak bisa dikendalikan, diterbangkan angin dan mengucut jatuh menghempas bumi.

 Hendra mengalami luka serius. Tangan kiri dan kanannya dikabarkan patah. Selain itu, ia juga mengalami luka berat di leher dan kepala. Jenazah Hendra sempat disemayamkan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM)Jakarta.

 Hendra dikabarkan pamit untuk bermain paramotor di Marunda sekitar pukul 08.00 WIB kepada keluarga.

 Kendati sempat dilarang istri, namun Hendra tetap bersikukuh karena olahraga ekstrim ini merupakan hobinya. Kabar buruk pun datang dari rekan Hendra sekitar pukul 11.15 WIB. Hendra dikabarkan jatuh dari ketinggian akibat peralatan yang digunakan terbang dengan paramotor tertiup angin.

 Perwira lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 1995 ini meninggal dunia di tempat kejadian sebelum dibawa ke RSCM Jakarta.

Ibarat petir di siang bolong, sontak hal ini membuat para kepala Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) di Natuna terhenyak.

Soalnya beberapa kegiatan baru-baru ini kerap mereka lalui bersama dengan pria dengan pembawaan enerjik ini.

 Bupati Natuna Ilyas Sabli yang kebetulan berada diJakartalangsung menuju rumah duka di jalan Keramat Sentiong Jakarta Pusat.

 "Jelas kami turut berduka dengan insiden ini. Mudah-mudahan amal ibadah beliau di terima oleh Allah," ujar Ilyas saat dihubungi.

 Selain Ilyas, Kepala Kejaksaan Negeri Ranai, Josia Koni yang dikenal akrab dengan Hendra juga merasa kehilangan sahabat baik yang hobi fotografi itu. "Dia sahabat baik saya, orangnya rajin solat. Jago fotografi juga. Semoga ia mendapat tempat yang layak di sisi Allah SWT. Saya tak menyangka ia pergi secepat ini," ujar Josia.

 Dalam sebuah blog, dengan alamat akmil95.wordpress.com nama Hendra Heryana tertulis menjadi salah satu dari 135 prajurit infanteri lulusan 1995 tersebut. Pria kelahiran Bandung 21 Desember 1972 tersebut pernah bersekolah di SMAN 2 Subang.

 Penggemar olahraga dan musik ini terlihat menuliskan moto hidup 'senangilah apa yang kamu kerjakan, dan jangan mengerjakan apa yang kamu senangi saja'. Sementara sebuah komentar rekan seangkatan di blog tesebut cukup menarik tentang pribadi Hendra.

 "Tukang foto Akmil yang terlalu banyak foto model. Kecil badannya, cuek penampilannya," begitu kutipan komentar tersebut. Namun pribadi yang unik itu kini telah tiada.Paraprajurit TNI khususnya yang ada di Distrik Militer Natuna berduka.

 Sebelum menjabat menjadi Dandim Natuna, Hendra sempat menjabat Komandan Yonif (Danyonif) 134 Tuah Sakti (TS) Batam tahun 2012

Sumber: Tribun Batam
Tags
Natuna
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved