Wanita Guru SLB Tewas Ditikam Rekan Kerja di Hadapan Murid
Rina Astuti (37), guru di SLB Rela Bhakti 2 Wates, Kulonprogo, ditusuk belati oleh rekan kerjanya sendiri sesama guru hingga tewas.
Laporan Wartawan Tribun Jogja Singgih Wahyu Nugraha
TRIBUNNEWS.COM, KULONPROGO - Rina Astuti (37), guru di Sekolah Luar Biasa (SLB) Rela Bhakti 2 Wates, Kulonprogo, ditusuk belati oleh rekan kerjanya sendiri sesama guru hingga tewas, Sabtu (3/5/2014).
Jenazah korban sudah dimakamkan keluarga di pemakaman umum di Desa Sidorejo, Minggu (4/5/2014).
Peristiwa itu terjadi di depan siswanya sendiri, seusai latihan untuk pentas Jathilan. Warga Pedukuhan Sedang, Desa Sidorejo, Kecamatan Lendah itu tewas dalam perjalanan ke rumah sakit setelah menderita 25 luka tusuk.
Sementara pelaku, Sugiyanto (45), warga warga Clawer, Pengasih, saat ini sudah diamankan di Polres Kulonprogo untuk penyidikan lebih lanjut.
Kapolsek Wates Komisaris Kodrat mengatakan, kasus itu sudah dilimpahkan ke penyidik Polres Kulonprogo mengingat pelaku terindikasi sudah merencanakan aksi sadisnya itu.
Pelaku diketahui membawa belati sepanjang 20 sentimeter dari rumah untuk menusuk korban.
"Kasus ini tergolong di atas kasus berat. Penyidikannya kami limpahkan ke Polres," kata Kodrat, Minggu (4/5/2014).
Ia menjelaskan, peristiwa terjadi sekitar pukul 10.30 WIB. Sesuai mengawasi siswa SLB Rela Bhakti 2 Wates berlatih kesenian jathilan, pelaku mendatangi korban di dalam ruang kelas dan langsung menusuk korban menggunakan pisau.
Korban berusaha melakukan perlawanan dan lari ke luar namun pelaku mengejar dan menusuknya kembali.
Peristiwa tersebut sontak membuat para siswa terkejut dan berteriak-teriak. Guru lain yang sedang mengajar di dalam kelas kemudian keluar ruangan dan mendapati korban sudah tergeletak di lantai teras kelas.
Setelah melihat korban terjatuh, pelaku kemudian menyerahkan diri pada polisi diantar rekan guru lainnya.
"Korban dibawa ke rumah sakit namun menurut keterangan medis, dia sudah meninggal di perjalanan karena kehabisan darah. Ada sekitar 25 luka tusukan di leher, perut dan tangan," imbuh Kodrat.