Maling Bobol Indomart dengan Matikan Alarm
Kawanan maling kembali beraksi di gerai Indomaret, kali ini berlokasi di Jalan Kopo Cirangrang 459, Bandung, Kamis (22/5) sekitar pukul 04.00
TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Kawanan maling kembali beraksi di gerai Indomaret, kali ini berlokasi di Jalan Kopo Cirangrang 459, Bandung, Kamis (22/5) sekitar pukul 04.00. Maling sempat merusak alarm yang berada di atas folding gate gerai Indomaret.
Pencurian yang menimpa Indomaret merupakan yang ketiga kalinya pada bulan Mei. Sebelumnya, pencurian terjadi di gerai Indomaret di Jalan BKR No 24, Bandung, Rabu (14/5), dan di Jalan Sangkuriang, Cimahi, Jumat (16/5) subuh.
Diduga kawanan maling yang mendatangi Indomaret di Jalan Kopo Cirangrang lebih dari dua orang. Mereka diperkirakan sudah mengetahui kondisi dan situasi toko, termasuk tempat alarm yang berada di atas folding gate, sebelah kiri atas.
Yusep (38), manajer Indomaret Kota Bandung dan Kabupaten Bandung, hanya bisa pasrah. Dia bersama jajarannya merasa sudah optimal untuk mengantisipasi agar jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, seperti kemalingan.
"Alarm itu, kalau folding gate dibuka paksa, pasti bunyi dan kencang sekali. Tapi, maling sepertinya sudah tahu. Mereka bisa menjangkau alarm, padahal cukup tinggi lokasinya," ujar Yusep sambil menunjukkan lokasi alarm di atas folding gate, Kamis (22/5).
Kawanan maling menyatroni gerai minimarket yang tak jauh dari gerbang tol Kopo tersebut. Tidak ada korban jiwa pada peristiwa ini. Kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.
Selly (20) adalah karyawan yang pertama kali mengetahui kondisi toko kemalingan. Ia datang sekitar pukul 07.00 dan mendapati folding gate dan pintu masuk toko dalam keadaan terbuka.
"Saya pikir sudah ada teman saya yang datang duluan. Saya datang jam tujuh kurang, mestinya setengah tujuh, memang. Pintu semua sudah kebuka. Begitu masuk, ya kaget aja sudah acak-acakan. Lihat rak rokok berantakan, komputer di meja kasir enggak ada. Saya keluar lagi, nelepon supervisor," uja Selly di lokasi kejadian.
Dua orang pelaku yang mengenakan topi dipadu jaket bertopi terekam closed circuit television (CCTV). Pada layar CCTV tercatat, aksi keduanya antara pukul 04.00-04.29, Kamis (22/5).
Yang pertama masuk, begitu folding gate dan pintu toko terbuka, adalah maling berjaket belang hitam, bertopi putih, dilapis jaket bertopi dan berkacamata.
Dari kamera pengintai nomor 2 di gerai Indomaret tersebut, kedua maling terlihat begitu cekatan. Selain membawa gunting raja (besar), masing-masing membawa karung putih untuk wadah barang-barang yang akan mereka bawa kabur.
"Kami punya 12 unit CCTV, mulai depan sampai di dalam. Ya, gimana. Musibah. Kita enggak tahu. Kami sudah berupaya dan toko kami juga sekarang tutup jam sepuluh malam. Yang hilang, dua unit komputer kasir, dekoder sama LCD telesindo, puluhan slof rokok. Masih kami rekap apa saja yang hilang," ujar Yusep.
Kapolsek Babakan Ciparay, Kompol Harly Hardiman, mengungkapkan, kepolisian masih melakukan penyelidikan terhadap kasus pencurian dengan pemberatan ini. Tim penyidik sempat menelisik kamera pengintai yang terpasang di Indomaret.
"Sekarang masih kami selidiki. Kami mintai keterangan beberapa saksi. Kerugian, menurut keterangan saksi, tiga puluh juta lebih. Tapi, akan kami coba rinci dan rekap lagi. Kami juga akan pelajari rekaman CCTV di Indomaret. Ya, kami imbau juga agar minimarket-minimarket meningkatkan pengamanan, seperti arahan Kapolrestabes agar menggunakan tenaga satpam untuk menjaga toko, bukan hanya pakai CCTV atau alarm," ujar Harly. (dic)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/20140522_112528_maling-satroni-gerai-minimarket-indomaret-di-jalan-kopo-bandung.jpg)