Orang Tua Calon Murid SD di Samarinda Keluhkan Formulir Habis Lebih Awal
Beberapa warga mengeluhkan perihal Penerimaan Siswa Baru (PSB) di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 006 Samarinda Ulu di Jl DR Sutomo.
Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Doan Pardede
TRIBUNNEWS.COM, SAMARINDA - Beberapa warga mengeluhkan perihal Penerimaan Siswa Baru (PSB) di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 006 Samarinda Ulu di Jl DR Sutomo.
Sekolah ini, sudah menutup PSB kendatipun waktu yang diberikan masih ada. Alasanya, formulir sudah habis karena membludaknya pendaftar.
Ketua Panitia Pelaksana PSB SDN 006 Sarni ketika dikonfirmasi, Kamis (3/7/2014) membantah dikatakan menutup pendaftaran lebih cepat.
Menurutnya, pendaftaran tetap dibuka hanya saja formulir sudah habis. Pihaknya hanya menyediakan sekitar 130an formulir untuk 100 siswa baru (3 kelas) yang nantinya akan diterima.
Orangtua yang masih datang mendaftar menurutnya sudah disarankan untuk mendaftar di sekolah lainnya.
"Karena kalau sebanyak mungkin, orang mengharap untuk diterima semua membuangnya akan terlalu berlebihan. Kalau itu membuangnya sampai hari "H" pengumuman, sekolah lain sudah tutup semua. Nggak punya kesempatan untuk mencari yang lain, itu pertimbangan kami," kata Sarni.
Selain karena memang sekolah sudah kewalahan menghadapi jumlah siswa yang membludak setiap tahunnya, keinginan untuk menerapkan Kurikulum 2013 juga menjadi salah satu alasan pembatasan jumlah pendaftar.
Saat ini kata Sarni, satu kelas bisa diisi hingga 55 siswa, sementara mengacu pada Kurikulum 2013 jumlah siswa maksimal dalam 1 kelas hanya 36 siswa.
"Kami ini disini sudah diaminkan oleh Kepala Dinas dan Kepala Dikdas. Kami sampaikan, begini loh Pak kronologis sekolah kami seperti ini. Mulai sebelum kami murid seperti ini," kata Sarni.
"Apa dibilang beliau ?oke, konsisten kalau begitu. Supaya kalau nggak diambil sekarang trus kapan mau dimulai," tambahnya.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Samarinda Asli Nuryadin ketika dikonfirmasi mengatakan, sesuai petunjuk pelaksanaan (juklak) PSB dari tanggal 1 - 3 Juli.
Dan bila ada yang menutup PSB lebih awal menurutnya tidak dibenarkan. Informasi yang sampai padanya terkait SDN 006 kata Asli, memang tidak ada penutupan hanya kehabisan formulir.
Ketika ditanya kenapa tidak membuat lebih banyak, pihak sekolah mengatakan jumlah pendaftar diluar prediksi.
"Saya beri arahan, itu nggak boleh dibatasi. Terima saja semua, nanti kan tinggal di short. kalau di SD itu kan shortingnya berdasarkan umur. Kita sampaikan nanti seberapa batas itulah yang kita terima di sekolah itu. Berapa pun mau banyaknya (pendaftar) ya terserah," katanya.
Alasan implementasi Kurikulum 2013 menurut Asli adalah benar. Tapi hak masyarakat untuk mendaftar tidak bisa dibatasi.
"Berapa pun yang mendaftar kita nggak boleh menolak," kata Asli.
Terkait apakah sekolah - sekolah di Samarinda sudah bisa menampung selisih siswa bila semua SDN di Samarinda akhirnya melakukan pembatasan kuota dengan alasan Kurikulum 2013, menurutnya hal itu memang terjadi problematika hingga saat ini. Konsekuensinya bila itu memang diterapkan, orangtua murid harus menyekolahkan anaknya di sekolah swasta yang ada.
"Pasti ada yang tidak tertampung. Harapan kita yang tidak tertampung ini masuklah ke mitra kita ke sekolah swasta. Saya juga menghimbau, tolong sekolah swasta juga sebagai mitra bisa memberikan pelayanan yang terbaik," kata Asli.