Pria Yang Bunuh Diri Nabrak Kereta di Nganjuk Itu Ternyata Guru Asal Cilacap
Slamet Parwoto (54) korban bunuh diri dengan cara menabrak KA Argo Wilis di Desa/Kecamatan Bagor, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur ternyata guru PNS
TRIBUNNEWS.COM, NGANJUK - Slamet Parwoto (54) korban bunuh diri dengan cara menabrak KA Argo Wilis di Desa/Kecamatan Bagor, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur ternyata seorang guru PNS.
Keluarga korban telah memakamkan almarhum di Desa/Kecamatan Binangun, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Sabtu (19/7/2014).
"Almarhum sudah dimakamkan keluarganya. Kami rekan-rekannya kaget dengan kejadian yang menimpa almarhum," ungkap Sumarno, salah satu kolega korban kepada SURYA Online, Sabtu (19/7/2014) petang.
Dijelaskan Sumarno, dari keterangan keluarganya, Slamet Parwoto meninggalkan rumahnya, Kamis (17/7/2014) pagi.
Korban mengendarai sepeda motor dari Cilacap sampai Kabupaten Nganjuk.
"Tidak ada tanda-tanda mencurigakan yang diketahui keluarganya," jelasnya.
Sementara tindakan nekat korban sendiri dilakukan, Jumat (18/7/2014) dini hari di dekat perlintasan rel KA Desa/Kecamatan Bagor.
Dari keterangan sejumlah saksi mata, korban tiba-tiba terlentang di tengah rel beberapa saat sebelum KA Argo Wilis melintas.
Akibatnya tubuh korban tertabrak dan terseret rangkaian KA Argo Wilis hingga beberapa meter dari tempatnya terlentang di tengah rel.
Petugas harus menyisir sepanjang rel KA untuk menenukan bagian tubuhnya yang tercerai berai.
Kapolsek Bagor AKP Mulyanto menjelaskan, dugaan sementara korban tewas bunuh diri dengan menelentangkan tubuhnya di atas rel kereta api.
Sedangkan motifnya melakukan tindakan nekat itu masih diselidiki petugas.