Sabtu, 24 Januari 2026

Dirumorkan Poligami, Gubernur Sumut Sulit Dijumpai Wartawan

"Maaf, Pak. Wartawan nggak bisa masuk ke dalam. Ada perintah dari dalam," kata Alfan, petugas Satpol PP yang berjaga di gerbang samping Rumah Dinas.

Editor: Hasanudin Aco
TRIUN MEDAN / DEDY SINUHAJI
Sejumlah massa yang tergabung dalam kelompok Cipayung Plus memperlihatkan beberapa foto yang diduga mirip dengan Gubernur Sumatra Utara Gatot Pujonugroho. Foto tersebut bersama seorang wanita cantik di kantor DPRD Sumatra Utara, Jl,Imam Bonjol, Medan, Senin (11/8/2014). 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Liston Damanik

TRIBUNNEWS.COM, MEDAN - Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Gatot Pujo Nugroho membatasi akses para juru warta untuk mewawancara dirinya pascademonstrasi mahasiswa yang menunjukkan foto mirip dirinya bersanding dengan perempuan muda, Senin lalu.

Gelagat ini nampak dari tidak diizinkannya wartawan masuk Rumah Dinas Gubernur untuk meliput pertemuan kelompok tani dengan Gatot, Rabu (13/8/2014) sore.

"Maaf, Pak. Wartawan nggak bisa masuk ke dalam. Ada perintah dari dalam," kata Alfan, petugas Satpol PP yang berjaga di gerbang samping Rumah Dinas.

Namun, ia tidak mau menyebutkan siapa atasan yang mengeluarkan larangan itu. "Perintah dari dalam," katanya menunjuk rumah dinas.

Tribun Medan (Tribunnews.com Network) mencoba menemui Gatot untuk menanyakan kebenaran rumor dirinya memiliki istri lebih dari satu yang memancing reaksi beragam dari masyarakat.

Namun, sejak Selasa kemarin, Gatot belum dapat ditemui.

Bagian Humas Pemprov Sumut yang biasa menjadi tempat para wartawan menanyai agenda harian Gatot juga mengaku tidak tahu jadwal atasannya itu.

Sebelumnya, Ketua Fraksi PKS DPRD Sumut, Hidayatullah, percaya rekannya telah berpoligami.

"Sekitar tiga bulan lalu saya dapat informasi dari rekan di PKS yang bilang Mas Gatot sudah menikah lagi. Tapi saya tidak kenal siapa perempuannya. Istri Mas Gatot yang saya kenal ya cuma Mbak Sutias," katanya saat dihubungi Tribun Medan (Tribunnews.com), Selasa malam.

Menurutnya, rekan yang memberi kabar itu dapat dipercaya dan sengaja memberikan informasi kepadanya agar tidak kaget jika mendengarnya dari sumber lain dikemudian hari.

"Kalau saya sih percaya dengan yang dikatakannya. Saya kan dikasih tahu supaya jangan syok atau bereaksi berlebihan jika dengar dari orang lain tentang kabar ini," ujar politikus PKS Sumut yang terkenal vokal ini.

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved