Breaking News:

Calon Presiden 2014

Prabowo: Bagaimana Mungkin Mayat Bisa Nusuk di TPS Sampai Enam Kali?

Prabowo masih terus curhat kekecewaannya kalah di Pilpres 2014 lawan Jokowi. "Bagaimana mungkin mayat bisa nusuk enam kali?"

TRIBUNNEWS.COM/ DANY PERMANA
Prabowo Subianto 

TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG -  Calon presiden RI, Prabowo Subianto, tak terima ketika dia dan pasangannya, Hatta Radjasa, dinyatakan kalah oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Ia tidak terima karena merasa dicurangi.

Akhirnya, pasangan nomor urut satu ini mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK) untuk meminta keadilan.

Prabowo mengaku bingung dengan pelaksanaan Pilpres 2014 di Indonesia. Di sejumlah daerah, kata dia, kecurangan-kecurangan dilakukan secara berlebihan.

"Bagaimana bisa di negara yang merdeka ini, negara yang terhormat ini, bisa ada mayat nusuk (memilih) sampai 6 kali? Hah? Orang yang sudah mati bisa nusuk 6 kali? Yang masih hidup aja hanya bisa nusuk 1 kali," tekan Prabowo dalam acara halalbihalal dengan pendukungnya di Sasana Budaya Ganeca (Sabuga), Bandung, Jawa Barat, Selasa (19/8/2014).

Menurut Prabowo, kecurangan seperti ini sudah sangat keterlaluan. Pihaknya tidak bisa tinggal diam atas hal itu.

"Masalahnya, kecurangan ini sudah terlalu kelihatan di depan mata, sudah terlalu menyakitkan hati," keluhnya.

Prabowo menilai, di Indonesia ini pendidikan politik masih minim. Namun, kecurangan seperti itu, kata dia, sungguh tak bisa dibiarkan. Dia menyatakan, kecurangan itu sudah mengkhianati dan merobek-robek UUD 1945.

"Kalau negara membiarkan kecurangan-kecurangan itu, ya jelas sangat berbahaya. Kecurangan ini artinya sudah merobek-robek UUD 45, undang-undang dasar kita. Ini artinya mereka (lawan politik) sudah menghina rakyat Indonesia yang membela UUD 45," tekannya. (Rio Kuswandi)

Editor: Agung Budi Santoso
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved