Selasa, 14 April 2026

Lahan Tani Kota Makassar Sisa 2.636 Hektar, Walikota Minta Jangan Dijual

Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar menerima bantuan alat-alat pertanian dari Kementrian Pertanian RI.

Editor: Sugiyarto
TRIBUN TIMUR/ANSAR
Wali Kota Makassar, Danny Pomanto 

Laporan: Ilham / Tribun Timur

TRIBUNNEWS.COM, MAKASSAR - Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar menerima bantuan alat-alat pertanian dari Kementrian Pertanian RI.

Bantuan disampaikan pada musyawarah Tani Dinas Kelautan, Perikanan, Peternakan dan Pertanian (DKP3) Makassar, di Jl Pa'Bongkayya, Sudiang Raya, Makassar, kemarin.

Kepala Dinas KP3 Makassar Rahman Bando merinci, Pemkot Makassar menerima 12 unit traktor tangan, 16 unit pompa air, 29 unit hand prayer, dua unit mesin pemotong rumput, dan dua unit perontok gabah

"Itu akan diserahkan kepada kelompok tani di Kota Makassar," kata adik kandung Bupati Enrekang Muslimin Bando ini.

Menurut Rahman, pertanian di Kota Makassar perlu ditingkatkan menyusul kebutuhan pangan kota berpenduduk 1,6 juta jiwa ini mencapai 163.200 ton. Sedangkan, produksi beras lokal Makassar hanya memenuhi 7,74 persen kebutuhan penduduk Makassar.

"Ini perlu digenjot dan Makassar sebagai kota metropolitan tentunya memiliki keterbatasan lahan pertanian, maka untuk antisipasi kebutuhan pangan kita suplai dari kabupaten lain di Sulsel," ungkap Rahman.

Sawah 2.636 Hektar
Rahman Bando menjelaskan, lahan persawahan di Kota Makassar makin hari menyempit. Pasalnya, pemukiman penduduk bertumbuh pesat. Geliat pengusaha properti membeli lahan pun pesat, kota sesak.

"Sekarang, potensi lahan sawah kita sisa seluas 2.636 hektar, tersebar di Tujuh kecamatan, yaitu Manggala, Biringkanayya, Tamalanrea, Tamalate, Panakukkang, Rappocini, dan Tallo. Luas tersebut sangat minim, berbanding (terbalik) dengan luas kota Makassar mencapai 175 kilometer persegi," tuturnya.

Musyawarah tan Abbulo Sibatang ini diikuti 200 orang petani Kota Makassar. Mereka tergabung dari perwakilan masing-masing kecamatan, penyuluh pertanian, ahli benih dan proteksi tanaman, ahli klimatologi, ahli budidaya organik, lurah dan camat.

Jangan Dijual
Wali Kota Makassar Danny Pomanto mengatakan, sektor pertanian merupakan salah satu solusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat kota Makassar.

"Petani merupakan bagian dari penduduk kota Makassar, yang memiliki fungsi sebagai penyedia pangan. Sektor Pertanian memiliki peran strategis dalam konservasi ekologi dan menjaga keseimbangan ekosistem.

Musim kemarau, berdampak pada kekurangan air, sebagai akibat dari volume daerah resapan yang mengecil yang tidak diimbangi oleh penyediaan ruang terbuka hijau," jelasnya.

Sektor Pertanian, lanjut Danny, merupakan solusi minimnya wilayah resapan air, sehingga luas lahan sawah membutuhkan perhatian Pemerintah.

Alih fungsi lahan pertanian Makassar harus dicegah, merujuk undang-undang no 41 tahun 2009, tentang perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan.

"Saya harap Petani, tidak tergiur menjual sawahnya untuk dialih fungsikan. Karena lahan pertanian bisa menjaga sistem ekologi," tegas Danny. (*)

Sumber: Tribun Timur
Tags
Makassar
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved