Orangtua Korban Penembakan Lapor ke Polrestabes Makassar
Alfian, orangtua almarhum Subhan melaporkan kasus penembakan yang menewaskan Subhan ke Polrestabes Makassar.
Laporan Wartawan Tribun Timur, Hasan Basri
TRIBUNNEWS.COM, MAKASSAR - Alfian, orangtua almarhum Subhan (21) warga Jl Sungai Saddang Baru, Lorong Mu'min 2 melaporkan kasus penembakan yang menewaskan Subhan ke Polrestabes Makassar, Jl Ahmadyani Makassar, Jumat (29/8/2014).
Subhan tewas ditembak oleh orang tak dikenal di pertigaan Jl Monginsidi Baru-Jl Pelita Raya Makassar, kemarin. Keluarga korban menduga pelakunya dari oknum polisi. Kedatangan Alfian juga ingin mempertanyakan kasus yang menimpa anaknya tersebut.
"Kita meminta agar pelaku secepatnya terungkap dan jangan ada yang ditutup-tutupi," ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, Subhan alias Uban, pemuda berusia 21 tahun akhirnya meninggal dunia kehabisan darah setelah ditembak, Rabu (27/8/2014) malam.
Peristiwa penembakan itu terjadi sekitar pukul 23.45 Wita. Ketika itu, Rabu (27/8/2014) malam, dua pemuda tanggung di Jl Sungai Saddang Lorong II, Uban dan Moko merasa kelaparan.
"Beli ayam krispy di (Jl) Pelita (Raya) saja Bro," kata S Harmoko (20) alias Moko, menimpali Muhammad Subhan Affandy (21).
Mengendarai Yamaha matic Mio, Uban membonceng di belakang Moko, memutar di Jl Veteran Selatan, lalu ke timur menuju Jl Monginsidi Baru.
"Woi.., lari Ko ada polisi di belakang," teriak Uban.
Kecepatan motor bertambah. Di Jl Pelita Raya, "dooor, dooor, dorrr," tiga tembakan menyalak. Uban jatuh bersimbah darah. Begitulah sepotong cerita dari Hajjah Aisyah (52), tante Subhan yang ditemui di RS Labuang Baji, Kamis (28/8/2014) dini hari.
"Subhan ditembak di bagian leher belakang tembus ke dagu," ungkap Aisyah yang juga Ketua RW II, Rappocini.
Hingga kemarin, Moko beristirahat di rumah tantenya, setelah proyektil peluru diangkat tim medis RS Labuang Baji, yang dipimpin dr Denny Mathius Sp.FK.
Uban dikonfirmasikan meninggal melalui dokumen sertifikat medis kematian, pukul 02.45 wita. Uban meninggal kehabisan darah dan susah bernafas akibat luka tembak di bagian lehernya tembus ke dagu.
Sementara Moko usai operasi pengangkatan proyektil peluruh yang bersarang di punggungnya.
Ayah Subhan, Alfian Yusuf (43), meyakini anaknya ditembak pria bersenjata itu adalah patroli bermotor polisi.
"Ada dua motor trail hitam dan senapan panjang. Ada juga yang pakai motor pribadi. Yang tembak anakku pakai motor pribadi pakai jaket hitam berbadan tegap. Jelas itu mereka semua anggota polisi dan saya menuntut kasus ini segera diungkap," ungkapnya, seraya memperlihatkan surat pengaduan diMapolrestabes No SKT 218/VIII/2014/Polda/Polrestabes Makassar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/20140829_090214_subhan-semasa-hidup.jpg)