Breaking News:

Kerjanya Mengurus Mayat, Sukirman Dapat Penghargaan dari Presiden SBY

"Alhamdulillah, ini merupakan apresiasi dari presiden yang sangat luar biasa bagi saya," kata Sukirman.

SRIPOKU.COM/YULIANI
Sukirman, staf forensik RSMH Palembang menunjukkan medali dan piagam penghargaan yang diterimanya dari presiden RI, Selasa (2/9/2014). 

TRIBUNNEWS.COM, PALEMBANG - Sosoknya sudah tidak asing lagi di lingkungan Rumah Sakit Muhammad Husein (RSMH) Palembang, Sumatera Selatan, sebagai staf forensik di Instalasi Pemulasaran Jenazah RSMH Palembang.

Pria kelahiran Palembang, 11 November 1970 ini mendapatkan penghargaan langsung dari Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono berupa medali dan Piagam tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya XX tahun.

Penghargaan ini diberikan kepada Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang telah mengabdikan diri selama 20 tahun.

Saat ditemui di RSMH Palembang, Selasa (2/9) pria yang terkenal akrab dan ramah dengan media ini dengan raut sumringah menunjukkan piagam beserta medali yang berhasil diraihnya.

"Alhamdulillah, ini merupakan apresiasi dari presiden yang sangat luar biasa bagi saya. Karena saya sama sekali tidak mengetahui sebelumnya jika akan mendapat penghargaan ini," ujarnya yang sudah mengabdi di RSMH sejak tahun 1989 ini.

Suami dari Nur Ningsih ini mengaku, ia mendapatkan informasi bahwa dirinya mendapatkan penghargaan dari presiden melalui pihak Rumah sakit.

"Semua ini bisa diraih berkat kerja keras dan konsisten terhadap pekerjaan. Intinya, walaupun setiap pekerjaan ada suka dukanya jalani saja dengan niat tulus dan ikhlas. Insya Allah berkah," ungkap ayah tiga anak ini.

Selama bekerja di RSMH sendiri, Sukirman mengaku sudah cukup banyak mendapat pengalaman. Terutama saat ditempatkan di bagian forensik sejak tahun 2011 lalu.

"Kerja kita setiap hari mengurus jenazah. Memang terdengar cukup seram di telinga orang. Namun itulah pekerjaan kita. Ditempatkan dimanapun harus siap. Jangan mengeluh apalagi harus kerja dengan setengah hati," ungkapnya.

Maka itu, ayah dari Ramadhan Velita Maya Anggraini, dan Wahyudi ini senantiasa bersyukur ditempatkan dimanapun, sekalipun sehari-hari mengurus jenazah.

"Niatkan kerja itu ibadah. Yang namanya halangan dan kesulitan pasti ada, tinggal bagaimana kita menjalani dengan rasa syukur. Tak cukup hanya dua puluh tahun ini, berapa tahun lagipun saya masih siap sebagai abdi negara jika diberi kesehatan dan umur panjang," ujar pria yang hobi olah raga ini.

Editor: Hasanudin Aco
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved