Dua Nenek Usia 102 Tahun di Makassar Ini Akhirnya Berhaji
Kedua berkelamin perempuan. Keduanya nenek san sudah ber-buyut dan tercatat lahir di tahun yang juga sama, 1912. Kini keduanya berusia 102 tahun.
TRIBUNNEWS.COM, MAKASSAR - Dua Calon Jamaah Haji (CHJ) warga Kecamatan Duapitue Kabupaten Sidrap yang berangkat melalui kuota jamaah haji Kabupaten Wajo menjadi anggota rombongan tertua dalam pemberangkatan kloter 3 embarkasi Makassar, Sulawesi Selatan.
Mereka adalah Siti Salimah Binti Launreng dan Maddennge binti Cambang. Kedua berkelamin perempuan. Keduanya nenek san sudah ber-buyut dan tercatat lahir di tahun yang juga sama, 1912. Kini keduanya berusia 102 tahun.
Keduanya berasal dari kabupaten dan kecamatan yang sama, namun dari desa berbeda.
Salimah dari Desa Salomallori, Kecamatan Dua Pitue, Sidenreng Rappang. Sedangkan, Meddeenge berasal dari Desa Kalosi Kecamatan Duapitue, Sidrap.
Siti Salimah menuturkan, untuk berhaji dia menunggu sejak tahun 2004.
"Sepuluih tahun nak, baru ada panggilan," katanya dalam bahasa Bugis yang kental.
Sudah 10 tahun mendaftarkan, diri untuk menunaikan ibadah haji tapi baru pada 2014 ini berkesempatan untuk beribadah di Tanah Suci.
Meskipun sudah berusia lanjut tersebut tetapi jiwa, dan semangatnya masih kuat kuat untuk naik haji.
"Insyah Allah saya masih kuat untuk mengikuti perjalanan haji ini. saya sudah menunggu lama untuk mengunjungi tanah suci" katanya dalam Bahasa Bugis
Keduanya mendaftar melalui sanak keluarganya yang berdomisili di Kabupaten Wajo.
Untuk menjaga, dua cucunya masing-masing mendampingi. "Yang sekaligus jadi mahram," katanya Maddenge'.
Sekadar gambaran, dari catatan Kementerian Agama RI, jamaah haji tertua untuk musim haji 1435 Hijriyah, sejauh ini berasal dari Banjarmasih, Kalimantan Selatan.
"Calon haji (calhaj) asal daerah kita tahun 2014 ada dua orang yang berusia di atas 100 tahun, yaitu 101 dan 104, masing-masing atas nama Ngadi Suparto Aserap dan Jumri Jabar Daim," ungkap Tambrin di Banjarmasin, Jumat (15/8/2014) sebagaimana ditulis kantor Berita Antara, Senin (1/9) lalu
Kedua jamaah haji tertua itu yang akan dapat pentauan khusus dari petugas kloter itu berasal dari Kabupaten Tanan Laut (Tala), salah satu daerah penerima transmigrasi di Kalsel sejak tahun 1950 yang ketika itu dikenal dengan transmigrans spontan.
Dari Jawa sendiri, jamaah haji tertua asal Yogyakarta. Mereka masuk embarkasi Solo, Jawa tengah.
Jamaah haji tertua itu bernama Tukiran Darmo Sumarto. Usianya 92 tahun, dia berasal dari Kabupaten Bantul, DIY.
Tahun 2013 lalu, jamaah haji tertua berasal dari Provinsi Lampung. Usianya 97 tahun, dan bernama Soleh bin Mat Kamil. Soleh berasal dari Kabupaten Lampung Timur.
Siti Salimah menjelaskan bahwa niatnya untuk naik haji memang sudah lama sekali direncanakan.
Beberepa tahun dana dikumpulkan dari hasil pertanian, sawah, kebun, dan lahan jagung yang digeluti suaminya baru bisa cukup.
Rencananya, ia ingin menunaikan ibadah haji bersama suaminya, tetapi dikarenakan uangnya belum cukup maka hanya dirinya sendiri yang mendaftar.
Selama masa penantian menunggu giliran naik haji, suaminya pun meninggal dunia. Bahkan sehari sebelum berangkat, putranya pun meninggal dunia.
Terbata-bata dia mengungkapkan perasaan sedihnya dikarenakan kesempatan nai haji harus diirngi dengan meninggalnya putranya Ibrahim.
Berdasarkan pemeriksaan, Kondisi fisik kedua CHJ ini, kondisi fisiknya masih kuat untuk berangkat haji.
dari hasil pemeriksaan tim dokter haji di kloter dan di embarkasi Makassar, tidak ada sedikitpun penyakit yang yang dideritanya.
"Staminanya masih bagus, secara fisik masih kuat.
Hanya saja dari segi memang sudah tua tetapi kondisinya masih memungkinkan untuk menanikan haji," jelas Kepala Bidang Kesehatan Asrama Haji Sudiang, Dr. Irwan M.Kes. (mulyadi b)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/20140831_194804_cahaj-memasuki-asrama-haji-sudiang.jpg)