Habitat Terganggu, Buaya Sangatta Kerap Serang Manusia
Habitat buaya yang terus terganggu disinyalir menjadi penyebab banyaknya reptil berbahaya berkeliaran di pemukiman warga
Laporan Tribun Kaltim, Rafan A Dwinanto
TRIBUNNEWS.COM, SAMARINDA – Habitat buaya yang terus terganggu disinyalir menjadi penyebab banyaknya reptil berbahaya berkeliaran di pemukiman warga yang berada di tepi Daerah Aliran Sungai (DAS) Sangatta.
Hal ini dibenarkan Kepala Seksi Pengamanan Taman Nasional 1 Taman Nasional Kutai (TNK), Hernowo Supriyanto. Hernowo menuturkan, DAS Sangatta di TNK merupakan habitat bagi buaya muara (Crocodillus porosus).
“Pemukiman warga Sangatta yang terus melebar, ternyata sudah masuk ke area habitat buaya muara. Karena habitatnya terus berkurang, buaya bisa sangat ganas menyerang dan memangsa manusia yang dianggap mengganggu,” kata Hernowo.
Habitat yang terganggu, kata Hernowo, berpengaruh terhadap ketersediaan pakan buaya muara. Tak heran, Monster Sangatta ini kerap berkeliaran di pemukiman masyarakat untuk mencari pakan.
“Buaya sering menyerang manusia, sebab manusia dianggap paling berbahaya pada habitatnya. Selain itu, pakan yang ada di sungai juga berkurang. Hal ini yang akhirnya membuat buaya harus menyerang manusia bahkan sampai memangsanya,” jelasnya.
Dalam keadaan tertekan, lanjut Hernowo, buaya tidak segan-segan naik ke daratan. Terutama dalam kondisi banjir, buaya muara akan mencari pakan di daratan, dan dapat dengan mudah menyerang warga sekitar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/20140723_164134_buaya-air-asin.jpg)