Jembatan Kayu di Muarojambi Sudah Tak Layak Pakai
Jembatan kayu yang membentang di sungai sepanjang 150 meter itu, kondisinya sudah tak layak pakai
Laporan wartawan tribun Andi Primaputra
TRIBUNNEWS.COM, SENGETI - Warga Desa Danau Lamo, Kecamatan Marosebo Kabupaten Muarojambi, mengeluhkan kondisi jembatan yang terletak di RT 04 di desa itu. Jembatan kayu yang membentang di sungai sepanjang 150 meter itu, kondisinya sudah tak layak pakai, apabila tetap dibiarkan bisa saja roboh, dan membahayakan warga di sana.
Seorang warga setempat, Sulai, saat dibincangi mengaku, jembatan itu sudah hampir 20 tahun kondisinya seperti itu. "Jembatan itu sudah lamo nian macam tuh. Memang sampai kini belum pernah dibaiki. Tengoklah kondisinyo, lah reot-reot," ujarnya, Sabtu lalu.
Sulai menjelaskan, kiri kanan jembatan sudah rusak dan tua sekali, kemudian kayu-kayu lantainya sudah banyak yang hilang. "Ngeri rasonya kalau lewat. Apalagi kalau bawa beban," tambahnya.
Kondisi jembatan yang memprihatinkan itu juga diakui oleh Kepala Desa Danau Lamo, Suhaimi. Saat dimintai keterangannya, Suhaimi menjelaskan, kondisi jembatan itu memang rusak dan usang.
"Bangunan itu sudah dari 1992 kayak itu. Paling-paling baiki dikit-dikitlah, itupun warga. Memang jembatan itu bukan akses utama. Tapi, menjadi sangat vital dalam upaya akses ekonomi warga. Karena, memang di seberang itu, banyak sekali perkebunan warga, ada duku, durian, dan lain-lain. Sehingga, kalau pas waktu musim panen, untuk membawa hasil panen dari kebun itu sulit sekali, perlu hati-hati nian," bebernya.
Suhaimi berharap, Pemerintah Muarojambi bisa menganggarkan dana untuk perbaikan. "Kita berharap kepada pemerintah daerah, untuk melakukan perbaikan jembatan itu. Kami tidak minta muluk-muluk untuk permanen atau jembatan besi, kayu be jadilah yang penting dak kayak sekarang lagi,"harapnya. (ndi)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/20140908_094851_jembatan-kayu.jpg)