Kamis, 23 April 2026

Pemadam Kebakaran Dihadang Satpam Tidak Boleh Masuk ke Lokasi Kebakaran

Musibah kebakaran kembali menghebohkan Kota Samarinda, Senin (15/9/2014).

Editor: Sugiyarto
Tribun Manado
ILUSTRASI 

Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Doan Pardede

TRIBUNNEWS.COM, SAMARINDA - Musibah kebakaran kembali menghebohkan Kota Samarinda, Senin (15/9/2014).

Kali ini, api kembali membakar serbuk bahan bakar boiler di dalam kompleks PT Kalamur di Loa Buah, Sungai Kunjang. Beruntung, api tidak sempat membesar dan langsung cepat dapat dikuasai.

Hanya saja, sempat terjadi ketegangan antara pihak perusahaan dengan para anggota pemadam yang sudah tiba di lokasi.

Pasalnya, pihak perusahaan tidak memperkenankan 10 unit pemadam masuk kedalam lokasi. Beberapa anggota pemadam yang sempat hadir sempat tersulut emosi akibat kejadian ini.

"Kita tidak tahu apa yang terbakar, kecewa. Nanti kalau terjadi kebakaran (lagi) petugas tidak mau mendatangi," kata Jimmy petugas pemadam dari Yongjing.

Yang paling disesalkan adalah jika api meluas dan sampai merembet ke permukiman warga di sekitarnya.

"Alasannya sudah membantu 2 mobil. Kalau sampai merambat ke masyarakat bagaimana?. Kita kecewa ditutup pintu. Baru pertama kali ini ditolak," kata Yusuf, dari PMK Mitra Senyiur.

Aang Setiawan dari pihak PT Kalamur membantah bahwa pihaknya melarang petugas pemadam masuk memadamkan api.

Kejadiannya kata Aang, dikarenakan api sudah dipadamkan oleh 2 mobil pemadam yang tiba terlebih dahulu, maka mobil pemadam lainnya dirasa tidak perlu lagi masuk ke lokasi.

Ada pun yang terbakar kata Aang, hanyalah material bahan bakar untuk memanaskan boiler.

"Jadi salah pemahaman saja tadi itu," kata Aang.

Akibat kejadian ini kata Aang, 400an karyawan yang sedang bekerja terpaksa dipulangkan. Jika tidak ada masalah berarti, hari ini, Selasa (16/9) karyawan menurutnya sudah kembali bekerja.

"Insya Allah besok sudah masuk lagi," katanya.

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved