Breaking News:

Satu Lagi Korban Salah Tangkap Polsek Tingkir

"Kami cuma orang kecil biasa yang buta hukum. Tapi kalau ditanya tidak terima, jelas tidak terima anak kami diperlakukan seperti penjahat. Kelvien di

zoom-inlihat foto Satu Lagi Korban Salah Tangkap Polsek Tingkir
TRIBUN JATENG/PUTHUT DWI PUTRANTO
Caesar Alif Arya Pradana menjalani perawatan di rumah sakit, Jumat (19/09/2014).

TRIBUNNEWS.COM,  SALATIGA - Kasus salah tangkap hingga berujung penganiayaan yang dialami siswa Kelas IX-G SMP 4 Salatiga, Caesar Alif Arya Pradana (15), kini akhirnya menyeret sejumlah korban lainnya.

Sebelum Arya, ada seorang siswa SKB Salatiga, Kelvien (15) yang menjadi korban salah tangkap anggota reserse polsek tingkir.

Kelvien alami penganiayaan yang sama dengan kasus yang serupa. Hingga kini, Kelvin masih mengalami trauma berat.

Setiap ada tamu yang datang ke rumahnya, Kelvien langsung lari masuk kedalam kamar.

Semua anggota keluarga Kelvien, menyayangkan insiden ini. Namun, lantaran merasa sebagai orang yang tak berpangkat, orangtua Kelvien enggan memperpanjang persoalan seperti halnya yang dilakukan keluarga Arya.

" Kami cuma orang kecil biasa yang buta hukum. Tapi kalau ditanya tidak terima, jelas tidak terima anak kami diperlakukan seperti penjahat. Kelvien dianiaya padahal tidak melakukan kesalahan apa pun," kata ayah Kelvien, Heri Sutarmoko, Senin (22/9/2014).

Heri menuturkan, peristiwa penangkapan putranya bermula dari kejadian pencurian kendaraan bermotor (ranmor) di depan halaman Masjid Nurul Salam, Gendongan di RT 02 RW II, Kelurahan Gendongan, Salatiga pada Rabu (17/9/2014) sekitar pukul 19.00 WB.

"Saat itu usai sholat di masjid, Kelvien langsung bermain ke lokasi yang tak jauh dari kawasan ruko A Yani. Menurut penuturan teman sepermainan Kelvien yakni Bagas anak saya katanya ditangkap Polisi sekitar pukul 20.00, " ungkap Heri.

Bagas ini pula, yang mengabarkan orangtua Kelvien bahwa anak mereka diperlakukan kasar. Dari tempat nongkrong, sejumlah anggota Reserse memaksa Kelvien masuk ke dalam mobil Avanza hitam dengan cara kasar.

Hingga menjelang malam, Kelvien tak kunjung pulang, keluarga Kelvien pun khawatir. Saat itu pula, ia mendatangi Mapolsek Tingkir. Namun karena tak mendapatkan penjelasan memuaskan, ayah Kelvien lalu mengklarifikasi ke Polres Salatiga.

Halaman
12
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved