Senin, 13 April 2026

Warga Mengeluhkan Sejumlah Mata Air Mengalami Penyusutan Debit

Sejumlah mata air di wilayah Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang saat ini mengalami penyusutan debit

Editor: Budi Prasetyo

TRIBUNNEWS.COM. SALATIGA,  - Sejumlah mata air di wilayah Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang saat ini mengalami penyusutan debit yang cukup drastis sejak setengah tahun terakhir. 

Warga menduga, berkurangnya debit mata air akibat dampak gempa tektonik yang terjadi di Desa Sumogawe awal Februari 2014 silam. Untuk mendapatkan air, kini warga tepatnya di Desa Kopeng, Getasan, dan Desa Batur harus menunggu giliran. 

"Hampir semua sumber susut, bahkan sumber utama air di Kecamatan Getasan yakni Sumber Umbul Songo mengalami penyusutan yang luar biasa. Padahal sumber tadi sebelumnya menjadi andalan warga Kopeng termasuk PDAM," kata Agus Surolawe, warga Dusun Sleker, Desa Kopeng, Minggu (28/9/2014). 

Dia maupun warga lainnya menduga, penurunan debit air tersebut merupakan imbas dari gempa di Sumogawe. Sebab sebelum terjadi gempa warga mengaku tidak kesulitan mendapatkan air. 

"Sumber Umbul Songo, Tuk Kopeng, Payeman, Pedagan di sekitar Kenteng Songo pun mengalami penurunan debit air. Dampaknya paling parah kami rasakan sebulan terakhir, paling tidak ada 400 kepala keluarga Dusun Sleker yang terkena imbas," ungkapnya.

Saat ini hampir setiap hari, imbuh Agus, terus membenahi jaringan pipa yang terletak di tengah hutan lereng Gunung Merbabu. Warga sebenarnya tidak mempunyai sumber alternatif untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. 

"Sampai sekarang belum ada petugas yang mengecek, hemat kami Pemkab Semarang harus memperbanyak konservasi dengan menanam tanaman gunung atau endemik yang bisa menyimpan air. Artinya bukan sekadar peremajaan, namun harus ada penambahan jumlah tanaman terutama aren dan bambu," tuturnya. 

Seperti diberitakan, gempa lokal terjadi di Sumogawe, Getasan, pada 17 Februari 2014. Tidak ada korban jiwa, namun sedikitnya 46 rumah yang tersebar di lima dusun mengalami kerusakan ringan hingga sedang akibat peristiwa itu. 

Menurut BMKG Semarang, kekuatan gempa Sumogawe tergolong lemah tetapi dangkal, yakni 2,5 SR dengan kedalaman 17 kilometer di bawah permukaan tanah.

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved