Antre Berjam-jam, Kalau Tak Setor Rp75 Ribu Jangan Berharap Dapat Solar
Pengemudi truk di Banjarbaru Kalimantan Selatan harus mengeluarkan uang saat mengantre solar di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
TRIBUNNEWS.COM, BANJARBARU - Pengemudi truk di Banjarbaru Kalimantan Selatan harus mengeluarkan uang saat mengantre solar di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
Beberapa pengemudi yang biasa membeli BBM terutama jenis solar di kawasan Banjarbaru, mengeluhkan adanya pungutan liar (pungli)
Salah satu SPBU yang dikeluhkan mereka berada di kawasan Simpang Empat Banjarbaru. Di sana antrean sekaligus parkir truk yang hendak mengisi solar ditempatkan secara khusus. Lokasinya jauh dari SPBU. Berjarak antara satu hingga dua kilometer, di kawasan Sungai Ulin. Antreannya tidak semudah mobil.
"Selain berjam-jam menunggu, kami juga harus menyediakan uang setidaknya Rp 75 ribu untuk bisa mendapatkan solar. Kalau tidak bayar jangan harap bisa mendapatkan," ucap seorang sopir, Mikel (bukan nama sebenarnya), kemarin.
Sementara di Banjarmasin, spanduk yang menyatakan di SPBU tidak ada pungli. Itulah yang dilakukan pengelola SPBU di kawasan Banua Anyar, Banjarmasin.
Tetapi apakah pungli di sana sudah menghilang? Tidak. Tetap ada tetapi menurut beberapa sopir, nilainya berkurang.
"Seperti kupon antrean, dari yang semula Rp 50 ribu kini menjadi Rp 10 ribu. Itu terjadi setelah diberitakan. Tidak ada pungutan selain kupon itu. Untuk pungutan keluar SPBU masih ada tetapi sukarela," ucap seorang sopir yang ditemui usai mengisi solar di SPBU itu, Kamis (9/10/2014) dini hari.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/20141010_073238_antre-solar-banjarmasin.jpg)