Bandara Silangit Tertutup Abu Vulkanik Akibat Letusan Gunung Sinabung

Dampak abu vulkanik saat ini sangat menggganggu aktivitas penerbangan dengan jarak pandang

Bandara Silangit Tertutup Abu Vulkanik Akibat Letusan Gunung Sinabung
Tribun Medan/Dedy Sinuhaji
Sejumlah warga menyaksikan erupsi Gunung Sinabung dari Desa Tiga Pancur, Tanah Karo, Jumat (10/10/2014). Aktivitas Gunung Sinabung masih tinggi ditandai dengan keluarnya lava pijar dan guguran awan panas. Pengamatan PVMBG Badan Geologi menunjukkan bahwa potensi erupsi Gunung Sinabung masih berpeluang terjadi. Tribun Medan/Dedy Sinuhaji 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Kementerian Perhubungan menerbitkan notice to airman (Notam) yang diterbitkan dengan nomor Astam no.0210/14 agar para pilot pesawat menghindari penerbangan di daerah yang berdekatan dengan Gunung Sinabung.

Ashtam diteken pada Senin (13/10/2014) mulai pukul 00.37 Senin ini. Kepala Pusat Komunikasi Publik Kemenhub, JA Barata mengatakan, pergerakan awan abu vulkanik ketinggian mencapai 10 ribu kaki, arah abu vulkanik ke barat laut dengan kecepatan 10 knot. Rute yang terdampak untuk domestik W11, W12, untuk internasional G 468, R 461

Ditambahkan, kondisi cuaca Senin 13 Oktober 2014  pukul 09.00 WIB tadi di Bandara Silangit masih gelap karena tertutup abu vulkanik. Dampak abu vulkanik saat ini sangat menggganggu aktivitas penerbangan dengan jarak pandang (visibility) hanya mencapai 500 m.

Operasional penerbangan yang beroperasi dari dan menuju Bandara Silangit saat ini belum ada yang take off maupun landing krn gangguan abu vulkanik yang tidak memungkinkan untuk aktivitas penerbangan.

Pada hari Minggu (12/10/2014) pukul 20.00 WIB ada dua penerbangan yg dibatalkan (canceled) akibat abu vulkanik yaitu Susi Air rute Medan-Silangit dan Wings Air rute Silangit-Batam.

SEdangkan di Bandara Kualanamu Medan hinga Senin 13 Oktober 2014 pukul 14.00 WIB masih terlihat cerah dengan jarak pandang penerbangan (visibility) mencapai 5 km. Seluruh penerbangan dari dan menuju Bandara Kualanamu utk hari ini berjalan normal.

Penulis: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved