Siswa SMPN 5 Banjarmasin Dipulangkan Lebih Awal
SMPN 5 Banjarmasin memulangkan para siswanya lebih cepat. Ini ditempuh untuk mengurangi kekhawatiran orangtua yang menerima telepon gelap.
Laporan Wartawan Banjarmasin Post, Elhami
TRIBUNNEWS.COM, BANJARMASIN - SMPN 5 Banjarmasin terpaksa memulangkan para siswanya lebih cepat. Ini ditempuh untuk mengurangi kekhawatiran orangtua yang menerima telepon gelap tentang anaknya mengalami kecelakaan.
Kepala Sekolah SMPN 5, Azhari, mengaku informasi dari penelpon gelap tentang anak-anak yang mengalami kecelakaan tidak benar. Apalagi sampai mengaku sebagai guru SMPN 5. Mereka hanya mau menipu orangtua.
SMPN 5 sudah melaporkan kejadian tersebut ke Dinas Pendidikan. Mereka meminta izin untuk memulangkan siswanya lebih awal. Seluruh siswa mendapat pengarahan di lapangan sebelum pulang.
"Pulang lebih awal, tapi siswa harus menyampaikan ke orangtua, jangan sampai terulang lagi," terang Azhari.
Ia berkali-kali mengimbau siswanya agar menyampaikan informasi kepada orangtua, apabila menerima telepon gelap yang meminta transfer uang dengan modus siswa mengalami kecelakaan adalah penipuan.
Pagi tadi, ada sejumlah orangtua siswa sambil histeris dan menangis, mendatangi SMPN 5 Banjarmasin. Seorang ibu mengaku sudah mentransfer Rp 12,5 juta kepada penelpon. Padahal anaknya sehat saja.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/20141015_141018_smpn-5-banjarmasin.jpg)