Sapi Mati Ditabrak di Jalan Lalu Dagingnya Diduga Dijual
Daging dari bangkai kerbau itu dicurigai Tgk Faisal dijual ke luar Aceh Jaya atau bahkan kemungkinan di wilayah Aceh Jaya sendiri.
TRIBUNNEWS.COM, ACEH - Penjual bangkai ternak (kerbau, sapi, atau kambing) diduga mulai beraksi di Kabupaten Aceh Jaya, provinsi Aceh.
Indikasi itu menguat setelah mulai sering ditemukan kerbau atau sapi yang mati ditabrak di Jalan USAID dalam kabupaten itu, tiba-tiba seluruh dagingnya diambil dan hanya disisakan isi perutnya.
Kejadian terbaru tentang bangkai ternak yang diambil dagingnya itu diungkapkan Tgk Faisal Abdullah, Ketua Majelis Permusyawaratan Ulma (MPU) Aceh Jaya kepada Serambi di Calang, Selasa (14/10/2014).
Ia mengaku, pada Senin (13/10) pagi melihat seekor kerbau yang sudah mati di jalanan, tapi badannya utuh. “Setelah saya lihat lagi pada siangnya, e, ternyata hanya tinggal isi perutnya saja. Saya duga dagingnya diambil oleh orang tertentu, kemudian dijual,” ujar Tgk Faisal.
Kerbau yang mati itu, menurut Tgk Faisal, tergeletak di Jalan USAID, kawasan Indra Jaya, Aceh Jaya, diduga akibat ditabrak oleh kendaraan yang melintas.
Namun, sangat dia sesalkan ada pihak yang memanfaatkan keadaan itu dengan mengambil daging hewan yang sudah menjadi bangkai yang bisa saja dia perjualbelikan.
Daging dari bangkai kerbau itu dicurigai Tgk Faisal dijual ke luar Aceh Jaya atau bahkan kemungkinan di wilayah Aceh Jaya sendiri. Itu sebab, atas nama MPU, dia minta warga Aceh Jaya untuk lebih berhati-hati saat membeli daging.
Tujuannya supaya tidak membeli daging hewan yang tak disembelih secara syar’i karena akan berbahaya bagi kesehatan dan hukumnya haram.
Pihaknya mengaku telah banyak menerima laporan dari masyarakat bahwa tiap kali ada ternak yang mati di kawasan Aceh Jaya tiba-tiba dagingnya hilang entah ke mana. Jika hewan yang mati itu dimakan oleh binatang buas,
Tgk Faisal yakin bakal ada sisanya. Akan tetapi fenomena yang terjadi belakangan ini tidak demikian. Hanya perut bangkai hewat itu yang tersisa utuh, sedangkan seluruh dagingnya raib, seperti disiangi rapi dengan pisau tajam.
“Bisa saja, setelah perutnya dibuang, dagingnya dinaikkan ke mobil, lalu diperjualbelikan,” ujarnya.
Kalau memang apa yang dia tengarai itu terbukti dilakukan oleh orang-orang tertentu, Tgk Faisal sangat menyesalinya.
“Penjualan bangkai jelas diharamkan. Bagi yang memakan bangkai hewan itu pun akan menjadi penyakit yang bisa membahayakan.
Maka kita harapkan kepada warga agar lebih waspada saat membeli daging hewan, sebab ada pihak atau oknum yang kemungkinan menjual daging hewan yang sudah mati tanpa sempat disembelih,” ujar Tgk Faisal Abdullah. (c45).