Lima Pengeroyok Wartawan Divonis 3 Bulan

“Kecewa sih iya, kenapa hanya diputus 3 bulan. Tapi apa boleh buat, ini sudah keputusan hakim,” kata Andre.

Lima Pengeroyok Wartawan Divonis 3 Bulan
Tribunnews.com
ilustrasi

TRIBUNNEWS.COM,PAMEKASAN – Lima terdakwa kasus pengeroyokan wartawan harian di Pamekasan, yakni Mohammad Yasin (40), Turmudi (36), Abdus Salam (35), Erfan (33) dan Sukari (35), dijatuhi masing-masing 3 bulan kurungan penjara, di Pengadilan Negeri (PN) Pamekasan, Kamis (16/10/2014).

Lamanya vonis hukuman yang diterima kelima terdakwa itu, sama seperti tuntutan jaksa Syafe’I, yang juga menuntut 3 bulan penjara dipotong masa tahanan.

Dengan divonis 3 bulan ini, maka ke lima terdakwa masih harus meneruskan sisa masa tahanan, sampai Kamis (4/12/2014) mendatang.

Sebab, terdakwa menjadi tahanan titipan Kejaksaan Negeri (Kejari) Pamekasan, sejak Kamis (4/9/2014) lalu.

Namun besarnya vonis yang diterima terdakwa Mohammad Yasin dan Turmidi ini, dinilai kurang memuaskan bagi salah satu dari dua korban pengeroyokan, yakni Andre Hafid, reporter RRI di Pamekasan.

Sebab selain kedua terdakwa yang mantan narapidana dengan kasus pemerasan dan kasus penipuan. Namun mereka masih mengancam wartawan, sehingga menimbulkan trauma bagi Andre.

“Kecewa sih iya, kenapa hanya diputus 3 bulan. Tapi apa boleh buat, ini sudah keputusan hakim,” kata Andre.

Dalam amar putusanya, Ketua Majlis Hakim Heri Kurniawan menyatakan, berdasarkan keterangan saksi yang hadirkan ke persidangan dan alat bukti yang diajukan.

Serta pengakuan terdakwa, kelimanya terbukti secara sah dan menyakinkan melakukan tindakan yang melanggar hukum, seperti dakwaan jaksa.

Usai sidang vonis, Hakim Heri Kurniawan mengatakan, vonis yang dijatuhkan kepada ke lima terdakwa sudah setimpal dengan perbuatan yang mereka lakukan.

Besarnya vonis yang diterima ke lima terdakwa itu, karena perbuatan pidananya dilakukan bersama-sama.

Sementara Jaksa Syafe’I, yang dimintai konfirmasinya menyangkut besarnya vonis yang dijatuhkan kepada ke lima terdakwa, Syafe’i mengatakan, putusan itu merupakan wewenang hakim dan dirinya tidak berhak untuk mengomentarinya.

Seperti diberitakan, akhirnya tersangka Yasin bersama empat temannya, yang selama ini mengaku wartawan,  lalu mengeroyok wartawan harian Pamekasan, Andre Hafid, reporter RRI dan Amiruddin, Kepala Biro Radar Pamekasan, dijebloskan ke Lembaga Pemasyakatan (Lapas) Pamekasan, Kamis (4/9/2014) lalu, sekitar pukul 14.30.

Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved