Sabtu, 18 April 2026

PLN Belum Berencana Tambah Pasokan Gas ke Sebaung

PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) belum berencana menambah pasokan gas untuk kebutuhan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Sebaung.

Editor: Dewi Agustina

Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Niko Ruru

TRIBUNNEWS.COM, NUNUKAN - PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) belum berencana menambah pasokan gas untuk kebutuhan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Sebaung.

Manajer PT PLN Rayon Nunukan, Uris Madan mengatakan, sejauh ini pihaknya masih konsen pada upaya penyediaan listrik dengan mengandalkan pasokan gas yang ada saat ini dari PT Pertamina EP.

"Kalau untuk pengembangan kedepan, sebagai operator di sini kami belum ada informasi dari Area Berau. Mungkin ada kebijakan nanti," ujarnya.

Dia mengatakan, sesuai kontrak dengan PT Pertamina EP, gas yang dibeli untuk menyuplai kebutuhan PLTMG Sebaung mencapai 2,5 MMBTu selama empat tahun. Gas tersebut menghasilkan daya hingga 8 megawatt (MW).

"Kan 8 MW saja belum terpenuhi saat ini. Kita tidak usah bicara masalah kedepan (menambah gas), tetapi kami target yang 8 MW ini bisa terpenuhi. Karena setahun sudah berjalan, belum terpenuhi semuanya," ujarnya.

Sepengetahuannya, Uris mengatakan, gas dari sumur baru di Site Sembakung rencananya diolah untuk selanjutnya disuplai guna memenuhi kebutuhan pembangkit milik PT PLN di Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Kabupaten Malinau dan Kabupaten Tana Tidung.

"Mungkin di site-nya sana nanti akan dikirim bukan dari sumurnya langsung. Mungkin nanti ditampung dulu dalam bentuk LNG baru dikirim ke pembangkit-pembangkit kami di sana. Itu wacana dari manajemen PLN kemarin," ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, PT Pertamina EP tahun depan berencana melakukan pengeboran dua sumur minyak dan gas di Kecamatan Sembakung, Kabupaten Nunukan.

Asset 5 Legal & Relation Manager Pertamina EP Asset 5, Muhammad Husni Nurdin belum bisa memastikan, apakah pengeboran minyak nantinya langsung disertai dengan pengeboran gas. Dia mengatakan, untuk mengeluarkan gas tentu terlebih dahulu harus ada kejelasan pembeli.

"Gas tidak bisa dikeluarkan baru ditampung. Kalau gas itu harus ada pembeli, baru bisa dikeluarkan. Nah sekarang kan kita mau kirim kemana gas ini kalau kita keluarkan?" ujarnya.

Jika gas tersebut dialokasikan kepada PT PLN, kapasitas yang dimiliki juga terbatas sehingga harus ada pembeli lain yang memang betul-betul siap memanfaatkan gas tersebut.

Uris mengatakan, PT Pertamina EP memberikan jaminan untuk menyediakan gas selama enam tahun. Suplai itu dinilai sudah mencukupi kebutuhan PTLMG Sebaung.

"Karena saya sendiri ke lokasi, di sana banyak sumur-sumur yang bisa dimanuver supaya ke PLN," ujarnya.

Menurutnya persoalan penyediaan listrik khususnya di Pulau Nunukan dan Pulau Sebatik bukan terkait dengan penyediaan gas melainkan karena kerusakan pada kompresor milik PT Pertamina EP.

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved