Disambar Petir Keberadaan Salipriadi Hingga Saat ini Belum Diketemukan
Pasca disambar petir Keberadaan Salipardi, lelaki berusia 19 tahun hingga saat ini belum diketemukan
TRIBUNNEWS.COM.NUNUKAN - Keberadaan Salipardi, lelaki berusia 19 tahun, warga Desa Balan Siku, Kecamatan Sebatik Induk, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, belum ditemukan pasca disambar petir kemarin siang.
Saat disambar petir, Salipardi tidak sendiri. Ardi, rekan kerja Salipardi, juga ikut tersambar petir. Kala itu mereka hendak menjaring rumput laut di Perairan Sungai Lancang, Sebatik. “Pada pukul 12.00 wita terjadi hujan deras. Saat itulah keduanya terkena sambaran petir. Saat disambar petir si Ardin jatuhnya di perahu, sementara si Salipardi jatuhnya di laut," kata Kepala Badan SAR Nasional, Kabupaten Nunukan, Okta Fianto, Rabu (29/10/2014).
Tim Basarnas menerima laporan pada pukul 14.00 wita. Laporan diterima oleh Kepala Desa Balansiku H Firman melalui BPBD. "Kita bergerak pukul 15.00 wita untuk melakukan pencarian,” kata Okta lagi.
Akibat luka yang diderita, Ardi, salah satu korban sambaran petir yang terjatuh di perahu dilarikan ke RSU Kabupaten Nunukan oleh sesama petani rumput laut. Sementara, keberadaan Salipardi masih dalam pencarian Basaranas.