Breaking News:

Status FB Berujung Pengadilan, Tangis Ervani Pecah di Persidangan

"Saya menyesal menulis status. Saya ingin segera bebas agar bisa kembali mengurus rumah tangga," tambahnya.

KOMPAS.com
Ilustrasi menangis 

TRIBUNNEWS.COM,BANTUL - Tangis Ervani Emi Handayani (29), warga Gedongan, Bangunjiwo, Kasihan yang ditahan karena status Facebook langsung pecah begitu bertemu dengan ibunya Suparmi (49) di Pengadilan Negeri (PN) Bantul, Selasa (11/11/2014).

Ervani akan menjalani sidang perdana karena tuduhan melanggar Pasal 27 Ayat 3 Undang-undang (UU), Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik (ITE).

Sembari terus meneteskan air mata, Ervani bercerita bahwa dirinya sudah minta maaf berkali-kali pada supervisor yang ia sebut dalam statusnya.

Namun, Ayas, sebutan supervisor yang melaporkan Ervani tak merespon permintaan maaf itu.

"Saya sudah datang ke rumahnya ditemui orang tua Mbak Ayas. Saya datangi ke tempat kerja, tetapi sampai sekarang enggak merespon. Bahkan saya sampai ninggal nomor telepon," ujar Ervani sesenggukan.

Ia juga tak bermaksud menyinggung supervisor saat menuangkan keluh kesahnya di Facebook.

Ia berharap agar segera dibebaskan dan dapat kembali beraktivitas seperti biasa.

"Saya menyesal menulis status. Saya ingin segera bebas agar bisa kembali mengurus rumah tangga," tambahnya.

Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved