Ribuan Ikan Mati Keracunan Warga Lingkar Tambang Lakukan Aksi Demo

Demo warga lingkar tambang yang sebagian besar dari Kecamatan Pinolosian Timur mendesak penutupan lokasi tambang

Ribuan Ikan  Mati Keracunan  Warga Lingkar Tambang Lakukan Aksi Demo
TRIBUN JOGJA
IKAN MATI-Sejumlah ikan mati akibat musim kemarau di Burikan Sumberadi, Mlati, Sleman dimanfaatkan untuk pakan ikan seperti di kelompok petani ikan Mina Kepis yang ada didaerah itu

TRIBUNNEWS,COM, MOLIBAGU - Demo warga lingkar tambang yang sebagian besar dari Kecamatan Pinolosian Timur mendesak penutupan lokasi tambang J Resources Bolaang Mongondow. Pasalnya, mereka menduga ribuan ikan di Dumagin keracunan, imbas tambang tersebut, Kamis (13/11/2014).

Pendemo menduga ikan yang keracunan dan mati itu, merupakan akibat dari keberadaan tambang di lokasi tersebut. Massa datang dengan menumpang beberapa truk, mobil bak terbuka dan sepeda motor berkumpul dan menghentikan kendaraan di Desa Sondana.

Dari situ, warga yang didampingi aktivis Liga Mahasiswa Nasional Demokrasi (LMND) berjalan kaki ke kantor Dewan Perwakilan Rakyat kabupaten Bolaang Mongondow Selatan sambil membawa contoh ikan yang mati. Di depan pintu gerbang, mereka dihadang aparat kepolisian yang dipimpin Kapolsek Bolaang Uki, Kompol Brammy Tamalihis.

Tak diizinkan masuk lebih dari sepuluh orang, massa bergerak maju. Melihat keadaan yang kurang memungkinkan Brammy menyuruh anggotanya menutup pintu gerbang. Tapi ternyata, gerbang itu tidak mampu menahan ratusan massa yang merangsek maju.

Massa berhasil sedikit ditenangkan oleh anggota kepolisian dan Petrus Keni, Anggota DPRD Bolsel. Keni yang merupakan legislator Dapil Pinolosian Timur itu berulang kali berada di depan menenangkan massa.

Akhirnya, beberapa perwakilan massa yang dipimpin Koordinator Lapangan Parindo Potabuga, menemui enam anggota DPRD Bolsel yang menunggu di ruang rapat Badan Musyawarah. Beberapa anggota DPRD Bolsel yang menjamu pendemo antara lain, Abdul Razak Bunsal (ARB), Wakil Ketua DPRD Bolsel, Fadli Toliabu, Wakil Ketua DPRD Bolsel, Mohammad Sukri Adam, Ketua Badan Kehormatan, Ruslan Paputungan, Ketua Komisi I, Dedi Hamid Ketua Komisi II, dan Petrus Keni, anggota DPRD Bolsel lainnya.

ARB yang memimpin pertemuan itu mengatakan biro hukum dan badan lingkungan hidup Provinsi Sulut sudah hadir di Bolsel. BLH, kata ARB, memakai alat canggih untuk menguji sampel air.

"Mereka akan mengambil sampel di semua titik. Yang mengambil sampel mereka yang berkompetensi untuk itu," katanya.

Jika memang terbukti, kata ARB, akan diadakan pertemuan terbuka. Di situ, hasil akan diumumkan kepada masyarakat."Tapi aspirasi ini kami tampung dahulu. Akan ditindaklanjuti," ujarnya.

Parindo, Korlap Demo tidak langsung menindaklanjuti perkataan ARB. Ia mempertanyakan janji Ketua DPRD Bolsel, Marsel Aliu saat pertemuan di lokasi tambang J Resources Bolaang Mongondow. Aliu, kata Parindo berjanji akan mengumpulkan 20 anggota DPRD Bolsel, pemerintah daerah dan pihak perusahaan tambang. "Ia bilang Kamis ini. Tapi mereka tidak ada," katanya.

Fadli Toliabu membenarkan seharusnya semua anggota dewan itu hadir. Tapi beberapa anggota lain dipanggil propinsi untuk berkonsultasi di sana.

"Saya mendapat informasi jam delapan ini BLH sudah turun. Kami memang berencana membentuk tim baik eksekutif dan legislatif. Tapi belum hari ini. Kami sebenarnya masih tugas luar. Untuk penutupan tambang, rekomendasi tidak sembarang dikeluarkan," ujarnya.

Parindo kembali menyuarakan agar tambang itu ditutup untuk sementara hingga penyelidikan mendapatkan hasil pasti. "Dewan harus mengeluarkan rekomendasi penutupan. Tapi ini tidak kourum," ujarnya.(baca juga : Penyerang Gagal Lumpuhkan Dandim 1303 Bolaang Mongondow)

Editor: Budi Prasetyo
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved