Para Kades di Sleman Tak Tahu Tujuan Diajak Kunjungan Kerja ke Gianyar Bali
Peserta kegiatan kunjungan kerja (kunker) kepala desa ke Batuan, Gianyar, Bali, Selasa (25/11/2014) justru tidak mengetahui tujuan kegiatan tersebut.
Laporan reporter Tribun Jogja, Angga Purnama
TRIBUNNEWS.COM, SLEMAN - Peserta kegiatan kunjungan kerja (kunker) kepala desa ke Batuan, Gianyar, Bali, Selasa (25/11/2014) justru tidak mengetahui tujuan kegiatan tersebut.
Peserta kegiatan hanya mengetahui kegiatan tersebut sebagai studi banding di bidang pertanian.
“Saya diberitahu kegiatan ini untuk studi banding terkait pertanian dan pengelolaan desa adat di Bali. Tapi untuk jelasnya tanyakan saja sama pak Kabag Pemdes,” ungkap Gandang Harjanata, Kades Tamanmartani, Kalasan saat dihubungi
Padahal, informasi yang didapat tribunjogja.com, kegiatan kunker 83 kades se-Sleman itu digelar di Desa Batuan, Kecamatan Sukowati, Gianyar, Bali.
Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut pelatihan pengelolaan anggaran desa yang merupakan implementasi dari Undang-undang (UU) Nomer 6 Tahun 2014 tentang desa.
Dalam kegiatan yang bekerja sama dengan agen perjalanan KARIKA Tour itu dianggarkan Rp 1,3 juta untuk setiap peserta ditambah uang saku sebesar Rp 300.000.
Rencananya kegiatan tersebut akan berlangsung mulai Selasa (25/11/2014) hingga Kamis (27/11/2014).
Sementara itu, Kepala Bagian Umum Setda Sleman, Sukarna mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari pelatihan manajemen pemerintahan desa yang digelar oleh Pemkab Sleman sebagai tindaklanjut dari UU Desa.
Sebelumnya pelatihan tersebut diampu oleh pemateri dari Badan Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) perwakilan DIY, Kejati, dan DPKAD Sleman.
“Selanjutnya digelar studi kerja di Batuan, Gianyar, Bali sebagai orientasi lapangannya,” kata pria yang sebelumnya pernah menjabat sebagai Kepala Bagian Pemerintahan Desa Setda Sleman itu. (tribunjogja.com)