Selasa, 21 April 2026

Alat Pendeteksi Kanker Payudara Seharga Rp 2 M Nganggur di RS Syekh Yusuf Gowa

Alat kesehatan pendeteksi penyakit kanker payudara atau mammografi yang ada di RSUD Syekh Yusuf Gowa hingga kini belum juga digunakan.

Editor: Sugiyarto
net
ilustrasi mammografi 

Laporan Wartawan Tribun Timur Uming

TRIBUNNEWS.COM,SUNGGUMINASA- Alat kesehatan pendeteksi penyakit kanker payudara atau Ammografi yang ada di RSUD Syekh Yusuf Gowa hingga kini belum juga digunakan.

Padahal alkes seharga Rp 2 M dalam satu set tersebut sudah dibeli pihak rumah sakit sejak setahun lalu.

Humas RSUD Syekh Yusuf Gowa, Taslim, saat ditemui Jumat (5/12), membantah kalau alkes itu tidak digunakan.

"Bukan tidak digunakan. Hanya saja tidak kuat timbal yang dipasang dalam ruangan sebagai peredam radiasi dari alat tersebut. Radiasinya masih bisa tembus hingga keluar ruangan. Jadi belum bisa digunakan, karena alat itu tinggi sekali radiasinya," paparnya.

Tak hanya alkes, bangunan pemeriksaan mammografi dan panoramic (alat rongten rahang) yang bersebelahan dengan ruang radiologi juga tidak digunakan.

Pantauan tribun bangunan dengan tiga ruangan dan satu kamar mandi, masih dalam keadaan terkunci.

"Itulah kenapa belum digunakan karena setelah datang tim penguji dari BKF pengontrol radiasi, ternyata timbalnya belum mampu menahan radiasi. Bangunan pemeriksaan seperti itu tidak sama dengan bangunan lain. Itulah kenapa biaya untuk membangun lebih besar dari bangunan lain, sebab dindingnya itu biasa didalamnya dipasangi timbal," jelasnya lagi.

Selain itu, alat panoramic yang juga rencananya akan digunakan berdampingan dibangunan pemeriksaan mammografi, saat ini ditempatkan di poliklinik gigi.

Alat yang dibeli sekira Rp 300 juta tersebut berfungsi untuk mendapatkan gambaran gigi dan rahang secara keseluruhan. (Won)

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved