Kamis, 9 April 2026

Pelaku Usaha di Makassar Merugi Akibat Pemadaman Listrik

Pemadaman listrik di wilayah Sulawesi Selatan (Sulsel) dipastikan berlanjut usai insiden blackout

Editor: Budi Prasetyo
Tribun jateng/Wahyu Sulistiyawan
Petugas PLN memperbaiki jaringan litrik tegangan tinggi di jalan Veteran, Kota Semarang, Jateng, Selasa (9/9/2014). Perbaikan jaringan listrik ini tanpa memadamkan arus listrik sehingga tidak mengganggu proses laju ekonomi di Kota Semarang. (Tribun Jateng/Wahyu Sulistiyawan) 

TRIBUNNEWS.COM.MAKASSAR - Pemadaman listrik di wilayah Sulawesi Selatan (Sulsel) dipastikan berlanjut usai insiden blackout yang terjadi sejak Selasa (2/12/2014) dinihari lalu.
   
 Tidak adanya suplai tegangan jaringan atau sistem transmisi listrik tersebut terjadi akibat sambaran petir pada section transmisi 150 Kv antara Parepare dan Pinrang.
   
 Sambaran petir juga merusak transmisi 150 Kv section Sidrap-Parepare. Hingga kemarin pun pemadaman listrik masih dirasakan warga disejumlah wilayah di Sulsel termasuk di Kota Makassar.
   
 “Keadaan ini (pemadaman listrik) akan terus berlanjut hingga dua hari ke depan,” kata Humas PT Perusahaan Listrik Negara Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar), Chairil Anwar, kepada Tribun, Selasa (2/12/2014) malam.
    
Dengan keterangan itu, diperkirakan pemadaman listrik bakal terjadi hingga Jumat (5/12/2014). Sayangnya pihak PT PLN tidak merinci daerah maupun waktu pemadaman listrik tersebut.
    
Otoritas ini juga tidak mengumumkan resmi jadwal pemadaman kepada warga. Chairil menjelaskan berlanjutnya pemadaman listrik tersebut menjadi dampak perbaikan atas kerusakan transmisi 150 KV antara Pinrang-Parepare sebelumnya.
    
Menurutnya, pascakerusakan transmisi dan perangkat lainnya tidak sertamerta langsung bisa digunakan kembali dengan mudah. Melainkan pengerjaannya cukup rumit. Meski demikian, pihak PLN juga mengingatkan intensitas pemadaman listrik bisa semakin terasa memasuki musim penghujan.
   
 “Pengerjaannya harus detail. Pemadaman masih efek dari transmisi tersebut.  Jika lebih dari dua hari pengerjaan belum selesai maka masyarakat bisa berasumsi ada kerusakan lain yang terjadi,” ujarnya.
    
Sebelumnya, bertepatan kerusakan transmisi tersebut listrik sebagian besar wilayah di Sulsel padam total. Pemadaman bahkan berlangsung hingga ke Sulbar. Sekitar 70 persen dari 2,1 juta pelanggan PLN di wilayah ini mengalami pedamanan.
    
Artinya, 1,4 juta rumah dan gedung di Sulsel gelap gulita selama tiga jam. Pemadaman ini juga menyebabkan kerugian pelaku usaha. Indomaret misalnya menderita kerugian Rp 10 juta karena kerusakan alat elektronik di dua outletnya di Makassar.
    
“Kerusakannya pada sistem komputerisasi. Komputer kita rusak di dua outlet. Satu komputer berkisar Rp 5 juta. Itu yang baru laporan ke kita. Kita belum akumulasi total seperti biaya bahan bakar genset dan lainnya,” ujarnya. Berdasarkan kerusakan itu, Indomaret bakal mengecek seluruh outlet di Makassar.
    
Meski demikian, pemadaman listrik tetap mengganggu pelayanan kepada pelanggan. “Kalau mati begitu penghitungan kita manual saja. Pelayanan sangat terganggu untuk konsumen kita,” jelasnya. Meski demikian, Indomaret mengantisipasinya dengan genset.(nie/rul)

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved