Senin, 13 April 2026

Saat Hari Ibu Justru Nony Ditangkap Polisi Akibat Kasus KDRT

Tragis. Bertepatan pada Hari Ibu, 22 Desember 2014, kado yang diterima Nony (40), seorang ibu justru jadi pesakitan, ditangkap polisi.

Editor: Budi Prasetyo
NET
KDRT Ilustrasi 

TRIBUNNEWS.COM.BALIKPAPAN-  Tragis. Bertepatan pada Hari Ibu, 22 Desember 2014, kado yang diterima Nony (40), seorang ibu justru jadi pesakitan, ditangkap polisi. Ia diduga tega melakukan  penganiayaan  anaknya hingga  berunjung kematian    

Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) kembali terjadi di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur. Senin (22/12/2014) pagi, petugas medis ruang mortuary RSU Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan dikagetkan dengan kedatangan jenazah Johan Rafli Sultansyah Yusuf, bocah laki-laki, berusia 13 tahun.

Hampir di seluruh bagian tubuhnya dipenuhi luka lebam. Jenazah tersebut diterima di UGD, namun karena sudah meninggal langsung dibawa ke ruang mortuary. Sang ibu awalnya mengaku anaknya meninggal karena overdosis ngelem, menghirup lem.
Namun, saat petugas mempertanyakan luka lebam di beberapa bagian tubuh serta luka patah tulang di jemari tangan kiri almarhum, sang ibu tak dapat mengelak. Ia pun mengaku telah memukuli anaknya menggunakan gagang sapu dan selang.

Nasi telah menjadi bubur. Penyesalan tiada artinya lagi. Itulah yang dialami Nony, warga Jl Adil Makmur Gg Bakti RT 20, Kampung Baru Tengah, Balikpapan Barat. Tangis dan sesal tak akan membangunkan anak keduanya, Johan Rafli Sultansyah Yusuf.

"Jenazahnya kami terima dari UGD. Katanya meninggal karena over dosis ngelem. Sempat tak percaya. Pas melihat jenazahnya, kami lebih nggak percaya lagi. Banyak luka lebam di tubuh anak itu. Dari mulai paha, kaki, tangan sampai ke punggung. Merah keunguan seperti orang dikerok. Lebih parah lagi, waktu lihat jari-jari tangan sebelah kiri," ungkap petugas medis yang bernama Rina saat ditemui Tribun di ruang mortuari.

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved