Lulusan SMP Edarkan Pil Setan di Kalangan Pelajar Madiun

Sebanyak dua pemuda yang rata-rata lulusan SMP diringkus jajaran Satuan Reskoba Polres Madiun.

Lulusan SMP Edarkan Pil Setan di Kalangan Pelajar Madiun
SERAMBI/BUDI FATRIA
ILUSTRASI 

TRIBUNNEWS.COM, MADIUN - Sebanyak dua pemuda yang rata-rata lulusan SMP diringkus jajaran Satuan Reskoba Polres Madiun.

Kedua pemuda ini kedapatan sedang mengedarkan ratusan pil doubel L di lokasi yang berbeda dengan target konsumennya kalangan pelajar di wilayah Kabupaten Madiun.

Kedua tersangka itu masing-masing adalah Wahyu Indriyanto (19) warga Desa Uteran, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun.

Dari tangan tersangka polisi mengamankan 134 butir pil double L uang Rp 1.000 dan dua buah hand phone (HP) yang digunakan transaksi jual beli.

Tersangka ditangkap saat hendak menjual pil setan itu di pinggir JL Desa Uteran, Kecamatan Geger saat menjual 110 bungkus pil doubel L itu ke pelanggannya dengan harga Rp 150.000.

Selain itu, polisi juga menangkap tersangka, Sigit Supriyono (31) warga Dusun Ngebrak, Kelurahan/Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun.

Dari tangan tersangka polisi mengamankan 8 butir pil double L, uang sisa penjualan Rp 1.000 dan sebuah HP.

Tersangka ditangkap saat menjual sebungkus pil double L di desanya dengan harga Rp 20.000 per paket.

"Kedua tersangka dan barang bukti sudah kami amankan. Tersangka kami tahan karena hukumannya lebih dari 4 tahun," terang Kasat Reskoba Polres Madiun, AKP Basuki Dwi Koranto kepada Surya, Selasa (30/12/2014).

Selain itu, Basuki menguraikan kedua tersangka bakal dijerat pasal 197 dan atau pasal 196 UU RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Sementara salah seorang tersangka, Wahyu Idriyanto mengaku terpaksa menjual pil setan itu karena tidak memiliki pekerjaan. Menurutnya, dirinya melayani konsumen baik lewat permintaan dalam pertemuan atau melalui pesan singkat.

"Paling dari penjualan sebanyak itu, hanya mendapatkan laba Rp 25.000," pungkasnya.

Editor: Sugiyarto
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved