Jumat, 23 Januari 2026

Pesawat AirAsia Jatuh

RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun Dapat Tambahan Cold Storage

Direktur RSUD Sultan Imanuddin Dr Suyuti Syamsul mengatakan, bantuan cold storage atau lemari pendingin untuk jenazah akan tiba di Rumah Sakit

Penulis: Rahmat Patutie
Editor: Sugiyarto
Tribun Pontianak/Destriadi Yunas Jumasani
Petugas menurunkan dua jenazah korban pesawat AirAsia QZ8501 dari dalam Heli Bell HU-410 AL di Lanud Iskandar, Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, Kamis (1/1/2015), pukul 08.40 WIB. Jenazah selanjutnya dibawa menuju RSUD Sultan Imanuddin, Pangkalan Bun untuk diberi peti mati dan kemudian diterbangkan ke Bandara Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur. TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI 

Laporan Wartawan Tribunnews.com Rahmat Patutie

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur RSUD Sultan Imanuddin Dr Suyuti Syamsul mengatakan, bantuan cold storage atau lemari pendingin untuk jenazah akan tiba di di Rumah Sakit Imanuddi, Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, (4/2) besok.

Pihak rumah sakit ingin mengantisipasi datangnya jenazah dengan jumlah yang banyak. Terkhusus, kata dia, bagi tim Distater Victim Identification (DVI) Biddokkes, yang menangani proses pembusukan jenazah penumpang pesawat AirAsia QZ 8501 yang dinyatakan hilang Minggu (28/12) lalu.

"Kalau tiba-tiba (tim evakuasi membawa) 70 atau 100 (jenazah), kami kerepotan maka, kami harus ada rencana cadangan," ujarnya di Rumah Sakit Imanuddin, Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, (3/1/2015) malam.

Pria asal Sulawesi Selatan menerangkan, kapasitannya lemari pendingin yang panjang sekitar enam meter, lembar 2,5 m tinggi 2,5 m ini dapat menampung 20 feet, sehingga dianggap cukup menyimpan banyak jenazah.

Ia menjelaskan, saat ini, posisi kapal yang mengankut kontainer sudah berada di perairan yang dianggap tak begitu jauh dengan pelabuhan Kumai. "Kemungkinan (kapal) masuk rumah sakit dinihari nanti," kata dia.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved