Kampus Universitas Muhammadiyah Kupang Disegel Mahasiswa
Mahasiswa dan alumni Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Kupang (UMK), menyegel kampus tersebut.
Laporan Wartawan Pos Kupang, Jumal Hauteas
TRIBUNNEWS.COM, KUPANG - Mahasiswa dan alumni Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Kupang (UMK), menyegel kampus tersebut, Minggu (4/1/2015) malam sehingga semua aktivitas perkuliahan di kampus tersebut tidak dilakukan pada Senin (5/1/2015).
Aksi penyegelan kampus UMK ini dilakukan sebagai bentuk protes terhadap pihak kampus yang sampai saat ini belum memberikan kepastian akreditasi untuk dua jurusan pada FAI. Akibatnya, para lulusan tidak dapat mengikuti seleksi (tes) penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) di Kementerian Agama (Kemenag) RI.
Aksi penyegelan kampus UMK oleh puluhan alumni dan mahasiswa FAI ini mendapat dukungan dari Koordinator Komisariat (Korkom) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM). Aksi ini dikoordinir Ketua Korkom IMM, Abdullah Estodah. Para mahasiswa dan alumni ini menyegel kampus UMK dengan menempel pengumuman di pintu pagar dan pintu gedung kampus UMK yang bertuliskan, "Kampus Ini Disegel."
Akibat aksi ini, semua fakultas di universitas tersebut tidak bisa melakukan aktivitas. Aksi penyegelan ini merupakan kelanjutan dari aksi sebelumnya yang menyegel ruang kerja Dekan FAI. Namun itu belum mendapatkan respon yang memuaskan dari pihak fakultas. Akibatnya, mahasiswa dan alumni angkatan 2011 hingga 2014 menyegel semua pintu masuk ke kampus itu.
Abdullah Estodah, yang ditemui mengatakan, aksi penyegelan dilakukan sebagai bentuk protes kepada pihak universitas. Menurutnya, akreditasi dua jurusan di FAI sudah tidak berlaku lagi sejak tahun 2011.
"Karena FAI UMK belum terakreditasi, ijazah para tamatan FAI UMK tidak diakui. Tidak diakui nomor registrasi kelulusan ijazahnya dan tidak diakui saat mengikuti testing CPNS. Karena itu kami meminta pihak universitas untuk menyikapi hal ini," kata Abdullah.
Menurut Abdullah, jika pihak UMK tidak segera mengupayakan legalitas FAI tersebut, mereka akan melakukan aksi demonstrasi yang lebih besar terhadap manajemen universitas. Untuk sementara, katanya, aksi penyegelan kampus masih terus dilakukan hingga Rabu (7/1/2015) atau Kamis (8/1/2015).
Rektor UMK, Prof Sandy Maryanto, M.Pd yang dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Senin sore, mengatakan, pihaknya belum bisa berkomentar mengenai aksi tersebut.
"Memang mahasiswa yang melakukan aksi sudah bertemu saya, tapi untuk saat ini saya belum bisa memberi tanggapan. Belum waktunya saya memberi penjelasan," kata Maryanto.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/segel-sekolah1_20141102_161548.jpg)