Kamis, 18 Juni 2026

Firasat Sangkar Burung Jatuh dan Genting Melorot di Rumah Samuel

Selain tanda-tanda itu, ada tetangga yang mengatakan bahwa genting rumah merosot.

Tayang:
Editor: Hendra Gunawan
Surya/Sugiyono
Foto Samuel Jovan Siahaan (kiri) dan Guntur Kuncoro semasa hidup. 

TRIBUNNEWS.COM, GRESIK – Kedua orang tua bocah tenggelam di galian bekas tanggul Kali Lamong yang jebol hanya bisa menyesal, sebab sebelum kejadian anak-anaknya sedang bermain bersama teman-temannya.

“Saat kejadian saya sedang di ruang tamu. Saya tidak menyangka bakal terjadi musibah ini. Sebelumnya ya bermain teman-teman sekelasnya,” kata Antonius Siahaan (40), ayah korban tewas Samuel Jovan Siahaan (9), siswa kelas II, SD Negeri Desa Morowudi, Kecamatan Cerme,Gresik, Jumat (9/1/2015).

Menurut Antonius, tiga hari sebelum kejadian, anaknya sudah memakai seragam olahraga. Selain tanda-tanda itu, ada tetangga yang mengatakan bahwa genting rumah merosot.

“Tanda-tanda lainnya yaitu sangkar burung cucak hijau di ruang tamu tiba-tiba jatuh karena kawat penyangganya tidak mampu menahan beban. Tapi firasat atau tanda-tanda itu tidak dipikirkan,” imbuhnya.

Ayah Samuel sendiri tahunya setelah diberi kabar oleh orang tua Avila Pratama teman yang ikut bermain di galian bekas tanggul Kali Lamong. Kabar tersebut bahwa Samuel tenggelam bersama temannya.

“Mendengar kabar itu saya langsung lari ke kubangan dan menyelam di air yang keruh. Tiba-tiba kaki Saya menyangkut tubuh anak saya dan segera saya angkat  bersama warga,” katanya.

Penuturan berbeda disampaikan  Kastumi (45), Bude dari Guntur Kuncoro (8),  korban tewas lainnya.

Kastumi adalah yang mengasuh Guntur, sebab kedua orang tuanya bekerja di Surabaya. Namun saat kejadian kedua orang tuanya baru datang di rumah Kastumi untuk menjenguk anaknya.

“Setelah jasad Guntur berhasil ditemukan, saya langsung menggendong dan berusaha membawa dia ke Puskesmas. Tapi sampai di Puskesmas sudah tidak tertolong,” kata Kastumi.  

Sebelum kejadian, menurut Kastumi, dirinya sempat meminta korban segera pulang karena waktu sudah sore.

“Ayo nak pulang. Ya Bu, sebentar lagi,” kata Kastumi menirukan jawaban Guntur. Tapi ternyata Guntur tidak segera pulang, namun, melanjutkan bermain sama teman-temannya di galian bekas tanggul Kali Lamong tersebut.

“Saya langsung ke lokasi saat dikabari bahwa Guntur tenggelam,” pungkasnya.

Sumber: Surya
Tags
tenggelam
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved