Pangdam V/Brawijaya Yakin Masih Ada Anggota TNI Bandel

"Semoga hasilnya sekarang lebih baik daripada tahun sebelumnya," kata Eko, Selasa (13/1/2015).

Pangdam V/Brawijaya  Yakin Masih Ada Anggota TNI Bandel
Puspen TNI/Puspen TNI
Panglima TNI Terima 175 Prajurit Satgas Kizi TNI dari Kongo - Panglima TNI Jenderal TNI Dr. Moeldoko menerima 175 Prajurit TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas Kompi Zeni (Satgas Kizi) TNI Kontingen Garuda (Konga) XX-K/MONUSCO (Mission de I?Organisation de republic des Nation Unies Pour la Stabilisation en Republique Democratique du Congo) dari Republik Demokratik Kongo dalam suatu upacara militer, bertempat di Plaza Mabes TNI Cilangkap Jakarta Timur, Senin (12/1/2015). (Puspen TNI) 

TRIBUNNEWS.COM,SURABAYA -  Operasi Penegakan Tata Tertib (gaktib) dan Yustisi dibuka mulai hari ini.

Operasi ini untuk menekan pelanggaran anggota TNI.

Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Eko Wiratmoko mengatakan, operasi meliputi berbagai bidang, seperti lalu lintas.

Seluruh kendaraan anggota TNI akan dicek kelengkapan surat-suratnya.

Tim juga akan melakukan sweeping di berbagai tempat terlarang.

Operasi ini digelar rutin setiap tahun. Eko tidak mengungkap jumlah pelanggaran yang dilakukan anggotanya selama 2014 lalu.

"Semoga hasilnya sekarang lebih baik daripada tahun sebelumnya," kata Eko, Selasa (13/1/2015).

Eko yakin operasi ini akan menjaring anggota TNI nakal.

Dia mengibaratkan orang tua yang memiliki 10 anak.

Menurutnya, tidak mungkin 10 anak tersebut semuanya baik. Pasti ada anak yang nakal.

Begitu pula anggota TNI Angkatan Darat (AD) yang mencapai 33.000 anggota di Jawa Timur (Jatim). Eko memastikan anggota bandel akan dikenakan sanksi.

Bahkan sanksi tersebut lebih berat dibandingkan warga sipil.

"Sanksinya bisa sampai pemecatan," tambahnya.(m zainuddin)

Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved