Hari Valentine

Wali Kota Surabaya Risma Larang Pelajar Rayakan Valentine

Pihaknya meminta kepada semua wali murid agar meningkatkan pengawasan kepada anak-anaknya untuk tidak merayakan Hari Valentine.

Wali Kota Surabaya Risma Larang Pelajar Rayakan Valentine
WARTA KOTA/HENRY LOPULALAN
Sejumlah anak disabilitas intelektual SLB Asih Budi Tebet menyanyi seusai membuat kreasi coklat valentine saat mengunjungi gerai Dapur coklat di kawasan Bangka, Jakarta Selatan, Kamis (12/2/2015). Kegiatan pembuatan cokelat yang diikuti oleh 15 siswa siswi berkebutuhan khusus tersebut sebagai wujud nyata berbagi kasih sayang dalam menyambut Hari Valentine. WARTA KOTA / HENRY LOPULALAN 

TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA -  Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini melalui Dinas Pendidikan Kota Surabaya melarang pelajar merayakan Hari Valentine, Sabtu (14/2/2015) besok. Larangan itu disampaikan melalui surat edaran bernomor 421/1121/436.6.4/2015 tertanggal 12 Februari 2015 yang dikirim ke seluruh SMP, SMA dan SMK.

Pihak sekolah diperintahkan mengirim surat kepada semua wali murid agar melarang anaknya merayakan Hari Valentine.

Surat edaran tersebut diedarkan karena Dinas Pendidikan Kota Surabaya menilai, perayaan Hari Valentine bertentangan dengan norma sosial dan budaya Indonesia.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya Ikhsan mengatakan, larangan perayaan Valentine ialah untuk melindungi pelajar Surabaya agar tidak terjebak dalam budaya asing yang belum tentu sesuai diterapkan di Indonesia.

"Bu Wali (Tri Rismaharini) sangat peduli dengan anak-anak sekolah. Ini intsruksi Bu Risma," katanya, Jumat (13/2/2015).

Pihaknya meminta kepada semua wali murid agar meningkatkan pengawasan kepada anak-anaknya untuk tidak merayakan Hari Valentine.

"Kami juga imbau wali murid karena pengawasan kami terbatas," katanya.

Penulis: Kontributor Surabaya, Achmad Faizal

Editor: Hasanudin Aco
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved