Sabtu, 11 April 2026

Tidak Ditolong Saat Kecelakaan, Eks Napi Nusakambangan Mengamuk Rusak Puskesmas

Penyebab Gatot bin Nasro mengamuk lantaran saat mobilnya terperosok tidak ada satu pun warga yang memberikan pertolongan

Kompas.com/Syahrul Munir
Petugas Puskesmas Leyangan membersihkan serpihan kaca yang dirusak residivis narkoba, Senin (9/3/2015). 

TRIBUNNEWS.COM, UNGARAN - Seorang residivis kasus narkoba yang baru saja keluar dari LP Nusakambangan mengamuk dan merusak puskesmas di Desa Leyangan, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang. Penyebab Gatot bin Nasro mengamuk lantaran saat mobilnya terperosok tidak ada satu pun warga yang memberikan pertolongan.

Gatot tidak hanya merusak Puskesmas, ia juga sempat melukai seorang sopir truk pasir yang tengah melintas. Kejadian itu berlangsung Senin (9/3/2015) malam saat warga desa sedang beraktivitas di dalam rumah.

"Dia teriak-teriak sambil mengelurkan kata-kata kotor, minta tolong karena mobilnya masuk got. Warga hanya melihat dari dalam rumah tidak berani mendekat karena dia bawa pisau dan sejak sore sudah mabuk," kata Syafi'i (48), warga RT 02/I Leyangan, saat ditemui Selasa (10/3/2015).

Gatot melempari kaca Puskesmas dengan batu sehingga kaca pecah dan berserakan di lantai. Beberapa saat kemudian datang penjaga Puskesmas yang hendak menyalakan lampu Puskesmas. Pelaku kemudian mendatangi Zaenal untuk meminta tolong sembari menodongkan dua pisau di leher Zaenal.

"Saya kaget, dia datang teriak-teriak lalu menodongkan dua pisaunya di leher. Saat itu saya bilang, saya cari teman dulu sebab kalau sendirian tidak kuat, karena mobilnya masuk ke got yang berlumpur," ungkap Zaenal.

Setelah melepaskan Zaenal, melintas warga lainnya, Ipin, yang mengendarai truk pasir. Pelaku memberhentikan Ipin setelah menggores badan truk dengan pisaunya. Pelaku bermaksud memaksa Ipin untuk menarik mobilnya. Saat itu, Ipin berjanji akan mencarikan tali untuk menarik mobil pelaku. Namun entah kenapa, pelaku menusuk lengan kanan Ipin dengan salah satu pisau yang dibawanya.

"Korban lari meminta pertolongan kepada warga. Karena lukanya cukup dalam, dia dilarikan ke rumah sakit," kata Baedlowi, salah satu saksi mata.

Aksi pelaku baru berhenti setelah anggota polisi dari Polsekta Ungaran datang ke lokasi. Polisi sempat mengeluarkan tembakan peringatan agar pelaku menyerah. Namun pelaku berhasil melarikan diri.

"Saya juga heran dia begitu, padahal setelah pulang dari lapas (perilakunya) sudah lebih baik, sudah mau salat. Dia itu katanya baru keluar dari Nusakambangan kasus narkoba," imbuh Baedlowi.

Akibat kejadian itu, layanan Puskesmas Leyangan sempat terganggu. Ada tiga ruangan yang dirusak kacanya. Para petugas yang seharusnya langsung bisa malayani pasien terpaksa harus membersihkan pecahan kaca terlebih dahulu. (Syahrul Munir)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved