Jumat, 1 Mei 2026

TNI Latihan Perang di Poso, Ratusan Warga akan Diungsikan

Mereka diungsikan untuk menghindari korban jiwa saat latihan gabungan TNI tersebut

Tayang:
Puspen TNI/Puspen TNI
LATIHAN PPRC DI POSO LIBATKAN 3.222 PERSONEL TNI - Panglima TNI Jenderal TNI Dr. Moeldoko menyaksikan paparan rencana latihan PPRC (Pasukan Pemukul Reaksi Cepat) TNI yang dipimpin oleh Panglima PPRC TNI Mayjen TNI Bambang Haryanto yang kesehariaannya menjabat Panglima Divisi-2/Kostrad, bertempat di Gedung PPRC Markas Divisi-2/Kostrad, Malang, Jawa Timur, Jum at (20/3/2015). Latihan PPRC di Poso yang melibatkan kurang lebih 3.222 personel TNI, mengambil tema ?PPRC TNI melaksanakan Operasi Militer untuk Perang (OMP) dengan melaksanakan penindakan awal untuk menghancurkan agresor guna merebut kembali Poso Sulteng dalam rangka mempertahankan keutuhan dan kedaulatan NKRI?. (Puspen TNI). 

TRIBUNNEWS.COM, POSO - Sebanyak 175 orang warga yang tinggal di dua dusun dan satu desa di Poso, Sulawesi Tengah, akan dievakuasi ke kampung lain sehari sebelum latihan perang TNI digelar.

Mereka diungsikan untuk menghindari korban jiwa saat latihan gabungan TNI tersebut.

Warga yang dievakuasi itu berasal dari Dusun Tamanjeka, Dusun Sipatuo dan Desa Weralulu, Kecamatan Poso Pesisir.

Mereka akan dipindahkan ke Desa Lape dan Desa Tokorondo pada Senin (30/3/2015) mendatang.

Komandan Distrik Militer (Dandim) 1307 Poso Letkol Infanteri Eron Firmansyah kepada sejumlah media, Rabu (25/3/2015) menjelaskan, evakuasi warga dilakukan hanya satu hari atau selama 12 jam atau paling lama 16 jam.

Menurut Eron, sejauh ini pihaknya melalui perangkat desa setempat telah melakukan pendataan dan menyampaikan imbauan agar warga untuk sementara tinggal dan menginap di tempat yang sudah disiapkan seperti kantor balai desa dan rumah-rumah penduduk di Desa Lape dan Tokorondo.

Dandim menambahkan, tidak semua warga Poso Pesisir dievakuasi.

Mereka yang diungsikan, tempat tinggalnya berdekatan dengan lokasi latihan gabungan.

"Jadi, saya tegaskan tidak semua warga Poso Pesisir akan dievakuasi, hanya sebagian kecil saja dangan pertimbangan keamanan yang kemungkinan akan terkena dampak dari sasaran serangan udara TNI," jelas Dandim.

Selain demi alasan keamanan, ratusan warga dievakuasi untuk diberikan bantuan obat-obatan dan pengobatan gratis dengan melibatkan puluhan tenaga medis dari TNI dan RSU Poso.

Mereka selanjutnya akan diperbolehkan pulang paling lambat sehari setelah puncak kegiatan latihan perang atau paling lambat pada Kamis (2/3/2015).

Untuk menghindari terjadinya aksi pencurian terhadap rumah warga yang dievakuasi, pihak TNI telah memberikan jaminan keamanan dengan menempatkan sejumlah personel TNI di wilayah tersebut.(Mansur)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved