Senin, 8 Juni 2026

PLTGU Gunung Megang Meledak, Karyawan Kocar-kacir Menyelamatkan Diri

Diduga disambar petir, trafo PLN dan gardu induk di PLTGU Gunung Megang berkapasitas 110 MW meledak dan terbakar.

Tayang:
Editor: Dewi Agustina
Sriwijaya Post/Ardani Zuhri
Suasana PLTGU Gunung Megang, terlihat sepi. Wartawan dilarang masuk oleh security, Jumat (27/3/2015) pukul 20.00 WIB. 

TRIBUNNEWS.COM, MUARAENIM - Diduga disambar petir, trafo PLN dan gardu induk di PLTGU Gunung Megang berkapasitas 110 MW meledak dan terbakar.

Akibatnya sebagian wilayah Kabupaten Muaraenim dan Kabupaten PALI, padam total, Jumat (27/3/2015) sekitar pukul
16.00 WIB.

Dari informasi yang berhasil dihimpun di lapangan, kejadian berawal hujan yang diselingi petir mengguyur PLTGU
Gunung Megang.

Tiba-tiba, ada petir yang menyambar jaringan listrik dan gardu milik PLN di depan PLTGU Gunung Megang, hingga
meledak.

Kemudian apinya terus menjalar ke dalam PLTGU Gunung Megang hingga mengenai gardu induk di PLTGU Gunung Megang
sehingga terbakar dan meledak.

Akibat ledakan tersebut, seluruh karyawan PLTGU yang bertugas kocar kacir berlarian menyelamatkan diri karena api
langsung berkobar dan menyambar jaringan kabel di dalam PLTG.

Apalagi PLTGU menggunakan bahan bakar gas, sehingga membuat cemas para karyawan di PLTGU Gunung Megang.

"Kalau suara ledakan ada dua kali. Namun yang kami takutkan kalau pembangkitnya yang meledak," ujar salah seorang
security PLTGU, Iwan (48) di depan pintu gerbang PLTGU.

Ketika dikonfirmasi ke Manager Ranting PLN Muaraenim Merlin, meski HPnya aktif tetapi tidak diangkat.

Kemudian beberapa menit kemudian ada SMS dari PLN melalui informasi 123 yang mengatakan jika di daerah
Penanggiran, Ulak Bandung, Guci, PTPN VII dan sekitarnya mati karena ada gangguan.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved