Jambret Putuskan Tali Tas Korban dengan Pisau Kater
Nasib sial dialami Tarmawati (49) Warga BTN Karang Asem, Kecamatan Lawang Kidul, Muaraenim.
TRIBUNNEWS.COM, MUARAENIM --- Nasib sial dialami Tarmawati (49) Warga BTN Karang Asem, Kecamatan Lawang Kidul, Muaraenim.
Korban dijambret oleh dua orang pelaku tidak dikenal dengan menggunakan pisau cutter di Jalan Lintas Baturaja tepatnya di depan cucian mobil Panda Sakti, Rabu (1/4/2015) sekitar Pukul 15.45.
Dari informasi yang berhasil dihimpun di lapangan, kejadian berawal ketika korban sebagai PNS di Puskesmas Lawang Kidul bersama temannya Diana (46) warga Karang Asem, Kecamatan Lawang Kidul, Muaraenim, dalam perjalanan pulang ke rumah usai kerja dengan mengendarai sepeda motor Supra X BG 3287 DI.
Di tengah perjalanan, tiba-tiba motor korban dipepet oleh sebuah motor yang dikendarai oleh dua orang laki-laki tidak dikenal.
Dan secepat kilat, salah seorang pelaku langsung menarik tas korban dengan cara memotong tali tas milik korban dengan menggunakan pisau jenis karter.
Melihat tasnya di jambret, korbanpun secara spontan langsung berteriak jambret dan berusaha mengejar pelaku dengan menggunakan sepeda motornya.
Melihat korbannya mengejar pelakupun memacu kendaraannya secepat kilat hingga akhirnya berhasil menghilangkan jejak.
Akibat kejadian tersebut, korban harus kehilangan tas yang berisi uang senilai Rp 4,5 juta dan surat-surat berharga.
Atas kejadian tersebut korbanpun langsung melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Lawang Kidul.
" Aku sempet ngejer pelaku, tapi pas tiba di jalanan yang berlobang yang ada di dekat rumah makan di daerah Tanjung Buhuk dio (pelaku) tidak kelihatan lagi, mungkin dio mentas di lorong yang ado di kawasan itu," terangnya.
Sementara itu Kapolres Muaraenim AKBP Nuryanto melalui Kapolsek Lawang Kidul AKP Herli Setiawan, saat ini, pihaknya sedang melakukan pemeriksaan korban dan saksi serta mengumpulkan bukti dilapangan guna penyelidikan lebih lanjut.
Dari ciri-ciri yang didapat, pihaknya sedang melakukan pengejaran, mudah-mudahan pelaku bisa ditangkap.
"Kami menghimbau terutama bagi ibu-ibu dan remaja putri, untuk tidak menggunakan tas sandang serta menggunakan perhiasan berharga yang terlalu berlebihan, karena hal itu bisa memancing timbulnya niat jahat dari pelaku kejahatan," himbaunya.