Turis Australia Ketahuan Jualan Miras Selama Tiga Tahun di Bali

Cynthia menyalahgunakan visa kunjungan dengan berjualan minuman keras di Jalan Batur Sari, Sanur, Denpasar, Bali. Usahanya berjalan sudah tiga tahun.

Turis Australia Ketahuan Jualan Miras Selama Tiga Tahun di Bali
Kompas.com/Sri Lestari
Tim gabungan saat melakukan inspeksi mendadak kepada warga Australia di kawasan Sanur, Bali, Rabu (29/4/2015). 

TRIBUNNEWS.COM, BALI - Warga asal Australia, Cynthia Leuisa Pisera, terjaring inspenski mendadak tim gabungan. Mereka merazia keberadaan warga asing yang tinggal di Denpasar, Bali.

Cynthia menyalahgunakan visa kunjungan dengan berjualan minuman keras di Jalan Batur Sari, Sanur, Denpasar, Bali. Ia mengakui usaha penjualan minuman keras sudah berjalan tiga tahun, dan mempekerjakan 10 pegawai.

"Kami proses dulu penyalahgunaan visa ini. Nanti kalau sudah pasti berapa lama melakukan usaha, baru ada tindakan," kata Hendra Sudarso, petugas Imigrasi Denpasar, Rabu (29/4/2015).

Hendra juga mengatakan petugas Imigrasi Denpasar menahan paspor Cynthia karena penyalahgunaan visa turis.

Sidak warga asing juga menyasar warga asal Amerika bernama Richard James Conley. Ia memiliki surat lengkap setelah mengurus di Imigrasi, tapi belum ke kelurahan.

Sementara Johanes Hermannus asal Belanda yang menempati vila di Sanur juga memiliki izin tinggal lengkap, tapi belum melapor.

Tim gabungan sempat kesulitan saat melakukan sidak karena banyak pengelola vila yang ditempati warga asing tidak membukakan pintu.

"Kali ini kami menyasar WNA yang diam di kawasan wisata Sanur dengan melibatkan tim gabungan Imigrasi Denpasar untuk mendata dan mengetahui keberadaan warga asing serta meningkatkan disiplin dalam mengurus administrasi. Saya berharap, aparat desa juga melakukan pendataan serta melakukan koordinasi dan komunikasi mengenai keberadaan WNA di tiap-tiap wilayah desa," kata Kasi Kesbangpol Kota Denpasar Ida Bagus Andika Putra.

Sidak terhadap warga asing dipimpin langsung Kesbangpol Kota Denpasar dan tim lainnya dari Imigrasi Denpasar, TNI, dan Polri.

Tim akan terus memantau keberadaan orang asing, khususnya mereka yang tinggal di Bali dan melakukan bisnis ilegal.

Wisatawan asing yang tinggal untuk berlibur harus melaporkan diri secara proaktif jika menginap di vila, sehingga tak dianggap penduduk ilegal. (Kontributor Kompas.com Denpasar, Sri Lestari)

Editor: Y Gustaman
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved