Senin, 13 April 2026

Jembatan Penghubung Kabupaten Semarang dan Boyolali Putus Diterjang Banjir

Sebuah jembatan di wilayah Kabupaten Semarang kembali putus akibat diterjang banjir

Editor: Sanusi

TRIBUNNEWS.COM, UNGARAN - Sebuah jembatan di wilayah Kabupaten Semarang kembali putus akibat diterjang banjir. Jembatan Blimbing yang terletak di Kecamatan Susukan, Kabupaten putus diterjang banjir pada Kamis (30/4/2015), sekitar pukul 15.30 WIB.

Awalnya jembatan itu memiliki panjang 15 meter, namun akibat terjangan banjir panjang jembatan itu hanya tersisa 10 meter saja. Sisanya ambruk akibat pondasi jembatan yang tergerus banjir.

Akibat putusnya jembatan ini, mobilitas warga di Kecamatan Susukan (Semarang) dan Kecamatan Karanggede (Boyolali) terganggu. Warga harus menggunakan jalur alternatif yang lebih panjang dengan waktu tempuh yang lebih lama.

"Memang cukup memprihatinkan. Penyebabnya memang kami belum mencermati secara lagsung. (Tapi) Informasinya karena banjir. Namun kami bersama-sama dengan BPBD akan segera mengupayakan langkah-langkah penanganan darurat," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Semarang, Totit Oktoriyanto, saat dihubungi Kompas.com, Jumat (1/5/2015) siang.

Langkah darurat yang dimaksud Totit adalah pembuataan jembatan sementara agar mobilitas masyarakat kedua wilayah tidak terganggu. Langkah lainnya adalah mengupayakan peningkatan kapasitas jalur-jalur alternatif agar lebih memadai ketika dilalui banyak kendaraan.

Untuk mempersiapkan jalur alternatif tersebut, DPU Kabupaten Semarang mengatakan telah melakukan kordinasi dengan para camat dan kepala desa. "Kalau ada jalan atau jembatannya kita perkuat. Jangan sampai ketika menjadi jalur alternatif, mobilitas bergeser ke sana, jalan dan jembatan alternatifnya tidak kuat menahan arus kendaraan," ujar Totit.

Totit mengungkapkan, Jembatan Blimbing tiga tahun lalu juga pernah terputus. Penyebab putusnya jembatan sepanjang 15 meter dengan lebar 5 meter saat itu karena hujan deras dan terdapat batang pohon kelapa roboh yang mengenai salah satu taing jembatan.

"Minimal kami rescue-nya dulu bersama BPPD kami upayakan jembatan darurat. Kalau permanennya baru tahun depan, karena harus proses penganggaran, persiapan dan sebagainya," imbuhnya.

Diinformasikan pula, selain memutus akses kedua wilayah kabupaten, putusnya jembatan Blimbing juga menghanyutkan pipa PDAM Klero menuju Boyolali. Akibatnya ribuan pelanggan PDAM kehilangan pasokan air.(Kontributor Ungaran, Syahrul Munir)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved