Senin, 4 Mei 2026

Gaji Tidak Cair, Ratusan Perangkat Desa du Salaman Magelang Tak Mogok Apel

Ratusan perangkat desa di Kecamatan Salaman memilih absen mengikuti apel pagi bulanan di kantor Pemerintahan Kecamatan Salaman

Tayang:
Editor: Sugiyarto

Laporan Reporter Tribun Jogja, Agung Ismiyanto

TRIBUNNEWS.COM, MAGELANG - Ratusan perangkat desa di Kecamatan Salaman memilih absen mengikuti apel pagi bulanan di kantor Pemerintahan Kecamatan Salaman, Senin (4/5/2015).

Hal itu dipicu belum cairnya gaji perangkat desa di wilayah Kabupaten Magelang sejak awal tahun ini.

Mereka akhirnya memilih mangkir apel pagi di Kecamatan dengan tinggal di rumah salah satu Kepala Desa (Kades). Kecuali Sekretaris Desa, mereka semua tidak mengikuti apel kinerja awal bulan di kantor Kecamatan Salaman.

Ketua Paguyuban Kades Kecamatan Salaman Sutedjo menjelaskan, para Kades dan perangkat desa se kecamatan Salaman mangkir tidak menghadiri apel kinerja di kantor kecamatan sebagai bentuk protes belum bisa dicairkannya tunjangan penghasilan perangkat desa.

“Sampai hari ini belum cair padahal sudah memasuki bulan kelima. Kami kecewa karena janji gaji perangkat desa akan cair, tapi hingga hari ini (kemarin) belum juga turun,” ujarnya, Senin (4/5/2015).

Dia menjelaskan, di Kecamatan Salaman ada sekitar 20 desa, sementara setiap desa rata-rata terdiri dari 15 perangkat desa.

Sementara untuk gaji Kades Rp1,8 juta dan perangkat desa Rp1,2 juta.

Menurutnya, terlambatnya gaji perangkat ini sudah terjadi setiap tahun. Pada tahun-tahun sebelumnya, gaji terlambat hanya sampai Maret dan biasanya April sudah cair.

Namun, saat ini sudah memasuki bulan kelima dan belum ada kejelasan. Belum cairnya gaji perangkat desa itu membuatnya prihatin.

Padahal, untuk menjalankan program pembangunan sehari-hari, perangkat desa membutuhkan biaya operasional.

“Kasihan para perangkat desa, mereka butuh uang untuk membeli bensin dan kebutuhan lainya. Bahkan akibat dari molornya gaji ini sempat ada perangkat desa yang menghutang,” bebernya.

Kepala Desa Margoyoso, Kecamatan Salaman M Rofiq Santoso menjelaskan, belum dicairkannya gaji tersebut membuat para perangkat desa kecewa terhadap pemerintah daerah setempat.

Menurutnya, para Kepala Desa selama ini selalu menjadi tempat mengadu para perangkat di desanya masing-masing.

“Mayoritas dari mereka mengeluhkan lima bulan gaji yang selama ini belum cair. Harapan kami agar jangan sampai preseden buruk ini kembali terjadi pada tahun-tahun mendatang,” ulasnya. (tribunjogja.com)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved