Gelapkan Uang Rp 500 Juta, Dosen UGM Divonis Hukuman Percobaan

Atas putusan tersebut, penasihat hukum terdakwa meminta waktu untuk pikir-pikir.

Gelapkan Uang Rp 500 Juta, Dosen UGM Divonis Hukuman Percobaan
net
Ilustrasi

Laporan reporter Tribun Jogja, Angga Purnama

TRIBUNNEWS.COM, SLEMAN – Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Sleman menjatuhkan vonis hukuman percobaan enam bulan kepada dosen Universitas Gadjah Mada (UGM), Sari Sitalaksmi (42), Kamis (11/6/2015).

Ia didakwa telah melakukan penipuan dan penggelapan pembayaran condotel.

Dalam persidangan yang dipimpin oleh Hakim Marliyus itu, dosen Fakultas Ekonomi Bisnis tersebut terbukti melanggar Pasal 378 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) kerena telah melakukan penipuan kepada korban Vera Damayanti Albeto Siregar.

Dalam kasus tersebut, terdakwa telah menggelapkan uang sebesar Rp500 juta akan digunakan sebagai uang muka pembelian lima unit condotel Mataram City.

“Terdakwa dihukum percobaan selama 6 bulan dan tidak dilakukan penahanan. Dengan catatan, terdakwa tidak melakukan tindak pidana. Apabila ketentuan tersebut dilanggar, maka terdakwa akan ditahan selama tiga bulan,” ungkap Hakim.

Keputusan majelis tersebut lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Wiwik Triatmini yang menuntut terdakwa dengan hukuman enam bulan penjara.

Atas putusan tersebut, penasihat hukum terdakwa meminta waktu untuk pikir-pikir.

“Akan kami diskusikan terlebih dengan terdakwa. Kami masih mempertimbangkan fakta yang belum diungkapkan dalam persidangan,” kata penasihat hukum terdakwa, Dedy Sukmana.

Kasus tersebut terungkap setelah korban Vera melaporkan Sari kepada Polda DIY dengan tuduhan menggelapkan uang milik korban yang akan digunakan untuk uang muka pembelian condotel.

Pada 8 Mei 2013, korban menyerahkan uang tersebut kepada terdakwa.

Sehari setelah menerima uang tersebut, Sari meminta Vera untuk menyiapkan kuitansi senilai uang yang akan dibayarkan itu.

Rencananya, usai menerima kuitansi tersebut, uang tersebut akan dibayarkan kepada Mataram City lewat transfer ATM.

Beberapa hari usai pertemuan tersebut, Sari kembali meminta kembali kwitansi serupa lengkap dengan tanda tangannya kepada Vera dengan alasan kuitansi yang lama telah rusak.

Namun setelah korban menyerahkan kwitansi pembayaran tersebut, Sari justru tak kunjung mentransfer uang muka yang sudah dibayarkan tersebut.

Editor: Hasanudin Aco
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved