Tiga Harimau Loreng Gegerkan Warga Grobogan

Lokasi desa ini diketahui memang tak jauh dengan kawasan hutan yang terhitung luas.

IST
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Puthut Dwi Putranto

TRIBUNNEWS.COM, GROBOGAN - Warga Desa Bandungsari, Kecamatan Ngaringan, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah mendadak digegerkan dengan kemunculan tiga ekor harimau hutan yang masuk ke pemukiman setempat, Jumat (24/07/2015) sore. Lokasi desa ini diketahui memang tak jauh dengan kawasan hutan yang terhitung luas.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Tribun Jateng, sejumlah warga berulang kali memergoki ketiga harimau loreng tersebut tengah meminum air sungai di perbatasan hutan dengan desa. Namun, lantaran takut, warga hanya bisa menyaksikan ketiga harimau tersebut dengan cara bersembunyi.

"Kami berulang kali melihat ketiga harimau doreng itu minum di sungai yang sudah menyusut. Bahkan kemarin kami juga melihat harimau itu bermain di ladang perkampungan kami. Karena takut kami hanya membiarkannya saja. Yang satu berukuran besar dan yang dua diantaranya berukuran lebih kecil," terang warga setempat, Imam (48).

Kabar heboh itu praktis membuat masyarakat setempat menjadi resah. Sejumlah pemuda Desa Bandungsari lantas sepakat untuk mencoba memburu ketiga harimau tersebut. Dengan senjata seadanya mereka menelusuri jejak harimau tersebut ke dalam hutan.

Tak sampai berjalan jauh masuk ke dalam rimbunnya hutan, upaya pemburuan dihentikan. Demi keselamatan, warga kemudian mengurungkan niatnya dan memilih untuk balik kanan kembali ke rumah masing-masing.

Kepala Desa Bandungsari, Heriyanto, menjelaskan, dari penelusuran warga, baik di sekitar sungai maupun ladang di pemukiman desa jamak ditemukan sisa jejak kaki yang diduga kuat merupakan bekas injakan kaki harimau. Saat ini dirinya sudah berkoordinasi dengan pihak Perhutani dan Kepolisian.

"Kalau dilihat dari jejaknya memang seperti jejak harimau. Untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, warga berjaga-jaga selama 24 jam baik di perkampungan maupun di perbatasan dengan hutan," kata Heriyanto.

Kapolres Grobogan, AKBP Indra Darmawan, mengatakan, saat ini kepolisian masih berupaya melakukan koordinasi dengan pihak terkait berupaya untuk mengungkap benar atau tidaknya kemunculan harimau tersebut.

Namun, menurut Indra, jika dilihat dari kondisi geografis hutan di wilayah tersebut, tak menutup kemungkinan indikasi habitat fauna liar termasuk harimau masih ada. "Kami harap warga jangan panik dan selalu waspada. Besuk kami akan panggil pihak-pihak terkait termasuk tim-tim ahli kehutanan untuk membahas masalah ini," kata Indra. (*)

Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved