HUT ke 70 RI

Suara Bung Karno Baca Proklamasi Ternyata Bukan Tanggal 17 Agustus 1945

Saban Agustus, suara Bung Karno atau Soekarno atau Sukarno saat membaca naskah Proklamasi sering diputar ulang, baik di media televisi, radio

wikipedia
Bung Karno saat membacakan teks Proklamasi, 17 Agustus 1945. 

Laporan Wartawan Surya Yuli Ahmada

TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA - Saban Agustus, suara Bung Karno atau Soekarno atau Sukarno saat membaca naskah Proklamasi sering diputar ulang, baik di media televisi, radio maupun berbagai acara.

Namun, jarang sekali yang menerangkan bahwa sesungguhnya suara itu bukan berasal dari masa 17 Agustus 1945, melainkan sekitar 5 tahun kemudian.

Bagaimana itu bisa terjadi?

Inilah kisahnya menurut Jusuf Ronodipuro yang diwawancarai SURYA di rumahnya, Jl Talang Betutu 20, Jakarta Pusat, 5 Agustus 2007 silam.

Saat itu, Jusuf terserang stroke dan bicaranya kurang lancar. Sekitar 5 bulan kemudian, ia wafat persisnya tanggal 27 Januari 2008.

Jusuf pada era 1945 adalah wartawan radio resmi pendudukan Jepang.

Saat proklamasi kemerdekaan RI dibacakan, dia juga meliput tapi terhalang penjagaan militer Jepang.

Ia gagal merekam suara Bung Karno tapi menyiarkan kabar itu petang harinya.

Halaman
12
Tags
Bung Karno
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved