Breaking News:

Ibadah Haji 2015

Pensiunan Dosen Ini Jadi Jamaah Calon Haji Tertua di Solo

Di usianya yang sudah 90 tahun, kakek 2 cucu ini akan menunaikan ibadah haji tahun ini.

tribunjateng/suharno
Kakek Kelahiran Belanda Ini Jadi Jamaah Calon Haji Tertua di Solo. Usianya sudah 90 tahun. Dia pensiunan dosen UGM. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Suharno

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Soerjanto Muhammad Hadi Soepardjo, bin Gito Atmodjo kelahiran Belanda 2 Agustus 1925 ini masih tampak sehat. Di usianya yang sudah 90 tahun, kakek 2 cucu ini akan menunaikan ibadah haji tahun ini.

Warga Kampung Nirbitan, Kelurahan Tipes, Kecamatan Serengan, Solo ini akan bergabung bersama 368 jamaah calon haji dari Kota Bengawan kloter 74 asal Solo atau kloter terakhir akan breangkat 16 September 2015.

Soerjanto adalah pensiunan dosen ilmu penyakit dalam Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. Tinggi badan 161 sentimeter dan berat badan hanya 40 kilogram.

Guratan wajah tua Soerjanto memang cukup kentara dengan kulit coklat legam, namun semangatnya saat berbicara masih terlihat jelas.

Pendengaran maupun pengelihatan suami dari Almarhum Ny Sukaswati masih bagus, dan dia menuturkan kalau kondisi tubuhnya sangat sehat dan bugar.

Soerjanto mengaku hidup sendiri di rumah tuanya lantaran kedua anaknya bekerja dan menetap di luar negeri. Bahkan segala aktifitasnya rumah tangga seperti mencuci atau memasak dilakukannya sendiri.

"Saya tidak ingat kapan daftar haji. Tapi saya setiap habis ambil gaji pensiun langsung menyisihkan uang. Ndak pernah mengharap kapan mau berangkat, yang penting pokoknya saya nabung gitu aja," kata kakek itu.

Sejak pensiun pada 1993 yang lalu, dirinya mencoba menyisihkan gaji pensiunnya setiap bulan sebesar Rp 800 ribu sampai Rp 900 ribu untuk tabungan haji.

Soerjanto menambahkan bulan lalu, saat mau menjenguk cucu yang sedang sakit di Semarang, mendapatkan telepone dari seseorang yang mengaku dari petugas bank Mandiri Syariah.

"Dari sambungan telepone tersebut meminta saya untuk melunasi kekurangan biaya haji yang selama ini telah ditabung. Setelah kekurangan itu saya lunasi, akhirnya tahun ini diberangkatkan ke tanah suci," ungkapnya sambil tersenyum.

Soerjanto mengaku terkejut dengan jadwal keberangkatan tahun ini. Karena sebelumnya tidak ada tanda-tanda dan pemberitahauan.

"Ya terkejut saja bisa secepat ini saya diberangkatkan naik haji. Soalnya, kalau melihat jadwalnya masih lama saya bisa berangkat naik haji. Saya ini juga masuk daftar yang pemangkasan kuota 20 persen itu," imbuhnya.

Kakek ini sudah pernah umrah 10 tahun silam sehingga sudah tahu apa saja yang akan dilakukannya saat berada di Tanah Suci. (tribunjateng/suharno)

Editor: Sugiyarto
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved