Pencuri Burung Cinta Milik Seorang Guru di Pamekasan Diamuk Massa
Burung cinta milik guru sekolah dasar begitu menggoda Halili (28) meski harus tertangkap warga Desa Aeng Panas.
Laporan Wartawan Surya, Muchsin
TRIBUNNEWS.COM, PAMEKASAN - Burung cinta milik guru sekolah dasar begitu menggoda Halili (28) meski harus tertangkap warga Desa Aeng Panas, Pragaan, Sumenep, Senin (19/10/2015).
Hanya Halili yang tertangkap warga sekitar yang baru saja pulang mengecek aliran irigasi di sawahnya. Sementara temannya, Ali Bakri (42) mengambil langkah seribu dan meninggalkan rumah Zaini, pemilik burung cinta.
Hakim, warga sempat yang curiga melihat Halili dan Ali bukan warga kampung situ mengambil burung cinta dan sangkarnya yang tergantung di halaman rumah Zaini, langsung berteriak maling hingga tiga kali.
Akhirnya, warga ramai menggelandang Halili ke Polsek Proppo, Kabupaten Pamekasan, Senin (19/10/2015) sekitar pukul 02.00 WIB. Sementara Ali masih diburu polisi.
Dari tangan tersangka, polisi menyita empat ekor burung cinta berikut sangkarnya, dan motor Honda Supra yang digunakan Halili dan Ali ke desa itu.
“Sudah berapa kali tersangka mencuri dan bersama siapa masih kami dalami,” ujar Kapolsek Proppo, AKP Ali Akbar, yang dimintai konfirmasinya.
Menurut sumber di lokasi kejadian, malam sebelum mencuri, sekitar pukul 21.00 WIB, Halili dan Ali tiba di Desa Samatan, Kecamatan Proppo, Pamekasan, mengendarai motor Honda Supra.
“Kami melihat banyak warga di rumah Pak Zaini menginterogasi pencuri itu. Kemudian pagi hari, pencurinya diserahkan ke polisi,” ujar Andi, seorang warga sekitar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/burung-murai-batu_20150917_121129.jpg)