Gudang Batu Bara di Gresik Terbakar

Kebakaran ini diduga akibat bahan bakar residu tumpah ke batu bara dan menimbulkan api, Selasa (27/10/2015).

Gudang Batu Bara di Gresik Terbakar
SURYA/SUGIYONO
HITAM – Asap hitam pekat keluar dari kebakaran gudang batu bara milik PT Metro Abadi Raya di Jl Raya Manyar Gresik, Selasa (27/10/2015). 

Laporan wartawan Surya, Sugiyono

TRIBUNNEWS.COM, GRESIK  -  Sebuah gudang batu bara PT Metro Abadi Raya, Jl Raya Manyar, Desa Banyutami, Kecamatan Manyar, Gresik terbakar.

Kebakaran ini diduga akibat bahan bakar residu tumpah ke batu bara dan menimbulkan api, Selasa (27/10/2015).

Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut namun kerugian belum bisa ditaksir.

Kebakaran sempat memacetkan arus lalu lintas karena para pengguna jalan memperlambat laju kendaraannya saat berada di lokasi.

Satpam perusahaan melarang media untuk meliput kebakaran meski dari sekitar perusahaan.

“Kalau mau meliput harus izin dulu,” kata seorang Satpam yang tidak mau menyebutkan namanya.

Beberapa media tidak jadi meliput khususnya wartawan Televisi sebab tidak bisa masuk dan kondisi api yang tidak terlihat .

Informasinya, kebakaran gudang batu bara tersebut terjadi saat suhu panas akibat sinar matahari pada siang hari.

Kemudian bahan bakar residu tersebut tumpah ke batu bara kemudian langsung muncul percikan api dan membakarnya.

“Api tiba-tiba membesar dan sulit dipadamkan. Apalagi angin cukup saat kejadian cukup kencang. Teman-teman langsung memanggil mobil pemadam kebakaran untuk memadamkan api," kata Budi Lembodo, pemilik gudang batu bara.

Melihat api tidak bisa dikendalikan, para pekerja hanya bisa menyelamatkan barang pribadi dan langsung menyelamatkan diri.

Sekitar satu jam kemudian empat mobil Pemadam Kebakaran (PMK) dari Pemkab Gresik dan PT Petrokimia Gresik berhasil memadamkan kebakaran tersebut.

Kapolsek Manyar AKP Mulyono mengatakan penyebab kebakaran masih diselidiki oleh tim Polres Gresik.

“Api bisa dipadamkan oleh petugas kebakaran. Hampir satu jam baru bisa dipadamkan dengan 4 unit mobil pemadam. Kerugian belum bisa ditaksir. Yang penting tidak ada korban jiawa,” kata Mulyono.

Editor: Wahid Nurdin
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved