Breaking News:

Nasibnya Tak Jelas, Ratusan Pegawai dan Guru Tidak Tetap di Kulonprogo Mengadu ke Bupati

para pegawai dan guru tidak tetap (PTT/GTT) di Kabupaten Kulonprogo masih merasa nasibnya terpuruk.

SURYA/Adrianus Adhi
ilustrasi 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Yoseph Hary W

TRIBUNNEWS.COM, KULONPROGO - Mengaku telah puluhan tahun mengabdi di daerah hingga bermandikan keringat, para pegawai dan guru tidak tetap (PTT/GTT) di Kabupaten Kulonprogo masih merasa nasibnya terpuruk.

Mereka merasa beban pekerjaannya yang bahkan kerap melebihi tanggungjawab pegawai berstatus pegawai negeri sipil (PNS), ternyata tidak juga membuat sejahtera.

Sebaliknya, kerap kali mereka hanya memperoleh lelah tak berkesudahan.

Tidak hanya soal kesejahteraan yang minim, status para GTT dan PTT di Kulonprogo selama ini tidak jelas.

Mereka yang termasuk dalam honorer kategori dua (K2), meski telah dua kali mengikuti tes CPNS, nyatanya belum juga diangkat sebagai PNS.

Sekitar 129 GTT dan PTT K2 pun berupaya menemui Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo, di Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kulonprogo, Rabu (4/11/2015).

Ketua Forum GTT-PTT Kulonprogo, Sugeng Riyadi, mengatakan, kedatangan anggota forum bermaksud meminta kejelasan nasib mereka secara langsung kepada Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo.

"Kami memohon kesejahteraan dan agar diangkat menjadi PNS secara serentak," kata Sugeng, di BKD Kulonprogo, Rabu.

Di hadapan bupati, Sugeng mewakili rekan-rekannya menyampaikan unek-unek.

Anggota forum menyadari nasib mereka berbeda dari para pegawai berstatus PNS.

Namun, dalam tugas sehari-hari, beban kerja mereka kerap melebihi pegawai PNS tersebut. (tribunjogja.com)

Editor: Sugiyarto
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved