Erupsi Gunung Rinjani

800 Penerbangan Diperkirakan Gagal Terbang sebelum Bandara Ngurah Rai Dibuka

Sekira 800 penerbangan di Bandara Ngurah Rai, Denpasar, Bali, gagal berangkat dan datang sebagai dampak erupsi Gunung Baru Jari di Lombok, Bali.

Editor: Y Gustaman
Tribun Bali/Rizal Fanany
Sejumlah petugas sedang menutup bagian mesin pesawat agar tidak terkena debu vulkanik di Bandara Ngurah Rai, Denpasar, Bali, Rabu (4/11/2015). Bandara Ngurah Rai membatalkan semua jadwal penerbangan baik domestik maupun internasional akibat erupsi Gunung Barujari, anak Gunung Rinjani, di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Tribun Bali/Rizal Fanany 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Made Ardhiangga

TRIBUNNEWS.COM, DENPASAR -‎ Sekira 800 penerbangan di Bandara Ngurah Rai, Denpasar, Bali, gagal berangkat dan datang sebagai dampak erupsi Gunung Baru Jari di Lombok, Bali.

Perhitungan ini merupakan perkiraan dari akumulasi ditutupnya Bandara Ngurah Rai selama tiga hari ini, namun tidak bisa dipastikan berapa jumlah penumpang yang terlantar atau gagal berangkat.

"Kalau sampai dengan pukul 08.00 Wita ‎pagi tadi sekitar 692 penerbangan yang gagal. Rata-rata per hari ialah 280 penerbangan. Nah, kalau dihitung dari pukul 08.00 Wita hingga pukul 14.30 Wita, ialah sekitar 140 penerbangan," ujar General Manager, Trikora Harjo, Kamis (5/11/2015).

Hingga saat ini terhitung sekitar 36 pesawat terpakir di areal apron bandara. "Prediksi ini hanya untuk beberapa hari saja, relatif kondisional. Dan kami akan evaluasi setiap dua jam sekali," beber Trikora.

Sumber: Tribun Bali
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved